Bupati Cianjur dan Plt Kepala DPMD Jabar Tinjau Langsung Pilkades Serentak di Ciranjang

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu dan Plt Kepala DPMD Jabar Tinjau Langsung Pilkades Serentak di Ciranjang
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu dan Plt Kepala DPMD Jabar Tinjau Langsung Pilkades Serentak di Ciranjang.(istimewa)

CIANJUREKSPRES.ID – Pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Cianjur tahun 2026 di 47 desa digelar hari ini, Minggu 8 November 2026. Masyarakat berbondong-bondong datang ke lokasi tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya.

Seperti terlihat di TPS 03 Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang berlokasi di SMA Plus PGRI yang juga di monitor langsung Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana.

“Kita bersama dengan DPMD Jabar meninjau Pilkades serentak di Cianjur. Kami tadi juga sudah melakukan zoom dengan desa dan seluruh TPS. Alhamdulillah semua alat berjalan baik dan kita pastikan hal-hal yang menjadi pendukung juga lengkap,” ujar Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian kepada awak media.

Wahyu mengungkapkan, masyarakat juga terlihat antusias dalam menjalani Pilkades ini. Menurutnya, pemungutan suara Pilkades saat ini ada perubahan dari manual menjadi digital.

” Tadi kita ngobrol dengan yang lansia dan disabilitas sudah menyampaikan hak pilihnya, dan berjalan lancar serta ada pendampingnya. (Pilkades Digital) Lebih efisien dan tentunya lebih cepat dalam perhitungan,” katanya.

Sementar itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, menjelaskan, bahwa Kabupaten Cianjur merupakan daerah keempat di Jawa Barat yang melaksanakan Pilkades Digital. Sebelumnya ada Indramayu, Karawang dan Sumedang.

” Jadi dari setiap proses ini kita lihat dan nanti kedepannya seperti disampaikan Bupati semakin efisien,” katanya.

Dodit berharap dari setiap proses Pilkades ini semakin lama semakin baik dan semakin cepat.

“Bagi lansia dan difabel juga menjadi evaluasi kita dalam proses selanjutnya agar harus semakin baik, nyaman bagi masyarakat dan dalam proses memilih tidak terganggu proses. Misalnya karena penuh, akhirnya tidak jadi memilih,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *