Gapura SDN Kertajadi Cidaun Ambruk, Siswi dan Orang Tuanya Tertimpa Reruntuhan

Tangkapan Layar-Gapura SDN Kertajadi, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, ambruk pada Senin (26/10/2026) pagi.(Sumber : Video Camat Cidaun)

CIANJUREKSPRES.ID – Bangunan gapura SDN Kertajadi di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, ambruk pada Senin (26/10/2026) pagi. Peristiwa tersebut menimpa seorang siswi kelas V bernama Najwa dan ayahnya, Kasud, saat mengantarkan anaknya ke sekolah menggunakan sepeda motor.

Camat Cidaun, Gagan Rusganda, mengatakan, kejadian bermula ketika Najwa tiba di gerbang sekolah bersama ayahnya. Saat siswi tersebut turun dari sepeda motor, bangunan gapura sekolah tiba-tiba roboh dan menimpa keduanya beserta kendaraan yang digunakan.

“Ambruknya bangunan berlangsung cepat sehingga korban tidak sempat menghindar. Sebelumnya, wilayah Kecamatan Cidaun diguyur hujan sejak Sabtu hingga Senin pagi,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres.

Namun, lanjut dia, penyebab pasti robohnya gapura tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala sekolah, pengawas, guru, komite sekolah, warga sekitar, serta pihak kepolisian segera melakukan evakuasi terhadap kedua korban dari puing-puing bangunan. Najwa dan ayahnya kemudian dibawa ke Puskesmas Cidaun untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Menurut laporan sementara, Najwa mengalami luka memar pada bagian kaki, pipi, tangan, serta luka berdarah di bagian kepala dan dagu akibat tertimpa material bangunan,” katanya

“Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, keduanya dirujuk ke RSUD Pagelaran. Hingga Senin siang, Najwa dan ayahnya masih menjalani penanganan medis,” sambung Gagan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan koordinator pendidikan (kordik), komite sekolah, dan puskesmas untuk menangani para korban.

Pihaknya juga mengupayakan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi korban, terutama Najwa yang mengalami benturan di bagian pelipis.

“Kami berinisiatif untuk melaksanakan CT scan di RSUD Pagelaran, karena benturan menimpa bagian pelipis anak. Kami ingin memastikan supaya tidak ada cedera yang parah,” katanya

Ruhli menegaskan, biaya pengobatan kedua korban akan ditanggung pemerintah melalui Dinas Pendidikan. Pihaknya juga akan terus memantau perkembangan kondisi Najwa hingga dinyatakan sembuh.

Pasca kejadian, Disdikpora menginstruksikan pihak sekolah bersama masyarakat dan kepolisian untuk membersihkan puing-puing bangunan agar tidak mengganggu aktivitas serta mencegah risiko kecelakaan susulan.

Ruhli juga mengimbau seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Cianjur meningkatkan kewaspadaan memasuki musim penghujan, terutama dengan memeriksa kondisi bangunan, pagar, dan fasilitas sekolah yang berpotensi lapuk. Selain itu, sekolah diminta memperbaiki sanitasi serta menindaklanjuti pohon-pohon yang sudah lapuk melalui koordinasi dengan masyarakat setempat.

“Bangunan yang terindikasi sudah lapuk harus diantisipasi. Sarana dan prasarana pembelajaran perlu dipindahkan ke lokasi atau bangunan yang masih layak. Pagar yang sudah lapuk juga harus diperbaiki secara bertahap melalui anggaran pemeliharaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *