CIANJUREKSPRES.ID – Pemerintah Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, memastikan situasi wilayahnya telah kembali kondusif pasca-kericuhan antar-suporter pada laga Final Turnamen Sepak Bola Camat Cup, Kamis 1 Oktober 2026.
Hal tersebut ditegaskan oleh Camat Pasirkuda, Mokhamad Irfan Sofyan, melalui keterangan tertulisnya pada Jumat 2 Oktober 2026 malam.
Irfan menjelaskan, turnamen Camat Cup ini sebenarnya digelar dalam rangka memperingati HUT Kecamatan Pasirkuda ke-18. Tujuannya adalah untuk menjalin silaturahmi antar-warga sekaligus menjaring bibit unggul pesepak bola di sembilan desa.
Rencana kompetisi ini pun sudah dimatangkan selama satu tahun melalui koordinasi intensif bersama para kepala desa, tokoh masyarakat, ormas, pemuda, hingga unsur Forkopimcam (TNI/Polri).
Turnamen yang dimulai sejak 4 September 2026 ini semula berjalan lancar hingga memasuki babak puncak. Laga final yang mempertemukan kesebelasan Desa Simpang dan Desa Kalibaru digelar di Lapang Adimukti, Desa Pusakajaya.
“Sempat terjadi miskomunikasi antar-suporter menjelang pertandingan, namun kesigapan petugas keamanan berhasil melerainya,” ujar Irfan.
Ketegangan kembali pecah pada babak kedua. Demi mencegah perselisihan meluas, panitia dan pihak keamanan sepakat untuk menghentikan pertandingan saat laga masih tersisa 19 menit.
Sayangnya, usai pembubaran laga, sekelompok suporter sempat melakukan penyekatan di akses jalan luar lapangan. Aksi tersebut memicu bentrokan saling lempar batu dan petasan. Camat Irfan bersama seorang anggota Satpol PP langsung turun ke lokasi untuk membubarkan massa agar tidak ada korban jiwa. Situasi akhirnya berhasil diredam setelah personel tambahan dari TNI dan Polri tiba di lokasi kejadian.
Guna mengantisipasi riak susulan, aparat gabungan dari enam Polsek (Tanggeung, Pagelaran, Kadupandak, Cibinong, Cidaun, Sindangbarang) serta tiga Koramil terdekat langsung dikerahkan untuk menggelar patroli pengamanan intensif di seluruh wilayah Kecamatan Pasirkuda.
“Alhamdulillah, saat ini keadaan sudah kembali kondusif,” pungkas Irfan, yang sempat dilarikan ke Puskesmas akibat mengalami luka-luka dan kaki terkilir akibat terkena lemparan batu saat melerai massa.












