Digitalisasi Pendidikan SMP Cianjur Terus Diperkuat

Digitalisasi pendidikan di tingkat SMP di Kabupaten Cianjur terus diperkuat melalui dukungan berupa teknologi untuk mempercepat penerapan pembelajaran berbasis digital.(Foto : Ilustrasi AI)

CIANJUREKSPRES.ID – Digitalisasi pendidikan di tingkat SMP di Kabupaten Cianjur terus diperkuat. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan memberikan dukungan berupa perangkat teknologi, sekaligus pendampingan bagi sekolah untuk mempercepat penerapan pembelajaran berbasis digital.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, mengatakan, pada tahun sebelumnya setiap SMP, baik negeri maupun swasta, mendapatkan bantuan perangkat digital dari pemerintah pusat.

Bantuan tersebut di antaranya berupa interactive flat panel (IFP) atau papan pintar (smart board), laptop, serta media penyimpanan internal. Perangkat tersebut diberikan untuk mendukung proses pembelajaran, dan mempercepat transformasi digital di lingkungan sekolah.

“Ini kan terkait percepatan pembelajaran melalui digitalisasi di setiap sekolah, terutama di SMP. Di SMP baik negeri dan swasta sudah mendapatkan bantuan digitalisasi ini,” kata Ipan kepada Cianjur Sukabumi Ekspres, Rabu 16 September 2026.

Menurutnya, bantuan perangkat tidak hanya diberikan dalam bentuk sarana teknologi. Pemerintah juga melakukan pendampingan dan pelatihan kepada guru, agar mampu memanfaatkan perangkat digital dalam proses pembelajaran.

Ipan menyebutkan, guru bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi salah satu unsur yang mendapat perhatian dalam proses pendampingan tersebut. Materi yang diperoleh dari pemerintah pusat kemudian diimbaskan kepada guru lainnya di masing-masing sekolah.

Terlebih, digitalisasi pendidikan kini semakin berkembang dengan masuknya pembelajaran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan coding dalam kurikulum. Karena itu, kemampuan guru dalam menguasai teknologi dinilai menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembelajaran.

“Setiap guru ataupun pendidik harus menguasai teknologi, terutama dalam proses pengajaran itu harus melibatkan ataupun menguasai pembelajaran melalui digitalisasi ini,” ujarnya.

Meski demikian, Ipan mengakui masih terdapat sejumlah sekolah yang menghadapi kendala geografis, terutama terkait akses jaringan internet. Beberapa sekolah berada di wilayah yang masih mengalami blank spot karena belum terjangkau jaringan penyedia layanan internet.

Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya menghambat pelaksanaan pembelajaran maupun kegiatan pendidikan berbasis daring. Ipan mencontohkan pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) peserta didik yang dapat dilaksanakan secara online di seluruh satuan pendidikan.

“Kalau dilihat dari pelaksanaan seluruh satuan bisa melaksanakan, berarti di setiap sekolah sudah ada akses internet,” jelasnya.

Untuk sekolah yang berada di wilayah terpencil, pemerintah pusat juga telah melakukan pendataan terhadap satuan pendidikan yang mengalami kendala infrastruktur. Pendataan tersebut mencakup sekolah yang belum memiliki infrastruktur listrik maupun yang mengalami keterbatasan jaringan internet.

Menurut Ipan, terdapat sejumlah sekolah yang telah mengusulkan bantuan karena akses internetnya masih terbatas. Beberapa sekolah memang sudah dapat melaksanakan kegiatan secara online, tetapi masih mengandalkan kartu internet dan belum memiliki perangkat penguat jaringan seperti pemancar atau parabola.

“Walaupun memang di sekolah itu bisa melaksanakan kegiatan secara online, hanya menggunakan kartu internet. Tidak menggunakan misal pemancar atau parabola yang bisa memperkuat akses internet yang ada di sekolah,” katanya.

Dia berharap, pemerintah pusat kembali memberikan dukungan untuk memperkuat infrastruktur jaringan internet di sekolah-sekolah yang berada di wilayah sulit terjangkau provider. Dengan begitu, penerapan digitalisasi pendidikan dapat berjalan lebih merata di seluruh SMP di Kabupaten Cianjur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *