Polri Percepat Swasembada Bawang Putih, Penanaman Serentak Dipusatkan di Cianjur

Polri, pemerintah, dan kelompok tani melakukan penanaman bawang putih serentak di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Rabu 19 Agustus 2026.(Foto : Cianjur Ekspres/Akmal Esa Nugraha)

CIANJUREKSPRES.ID – Polri bersama pemerintah dan kelompok tani mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional dengan melakukan penanaman serentak di sejumlah daerah di Jawa Barat.

Gerakan tersebut dipusatkan di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, pada Rabu, 19 Agustus 2026. Penanaman bawang putih tersebut dipimpin langsung Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo dan turut dihadiri Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Serta Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian.

Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pengembangan komoditas bawang putih perlu dilakukan mengingat produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Untuk tahap awal, terdapat lahan seluas 44,58 hektare yang disiapkan untuk budidaya bawang putih di Jawa Barat. Lahan tersebut berasal dari sejumlah sumber, mulai dari PTPN, Dinas Pertanian hingga kelompok tani.

“Lahan yang digunakan ialah dari PTPN, Dinas Pertanian, dan Gapoktan. Di tahap awal, total ada 44,58 hektare lahan yang sudah siap tanam. Dengan luasan lahan ini akan terus berkembang secara bertahap,” ujarnya.

Dia menyebut, pengembangan lahan tersebut akan terus diperluas. Bahkan, secara nasional ditargetkan hingga akhir September 2026 luas lahan budidaya bawang putih dapat mencapai lebih dari 500 hektare.

Dari lahan yang ditanam pada tahap awal, produksi bawang putih diperkirakan mencapai sekitar 450 ton dalam waktu kurang lebih empat bulan.

“Ditargetkan swasembada bawang putih bisa terwujud pada 2029,” katanya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, ketahanan pangan memiliki kaitan erat dengan stabilitas sosial dan keamanan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan pangan yang tersedia dan terjangkau akan memberikan ketenangan bagi masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas kamtibmas.

“Stabilitas kamtibmas itu sangat dipengaruhi oleh keberadaan dapur. Kalau di dapur berasnya cukup, cabainya ada, garam, gula, bawang merah, hingga bawang putihnya ada, maka stabilitas kamtibmas akan terjaga,” ujarnya.

Dia menilai, ketika kebutuhan rumah tangga terpenuhi, masyarakat akan lebih tenang sehingga potensi munculnya persoalan sosial maupun tindak kriminal dapat ditekan.

“Maka stabilitas kamtibmas akan terjaga, ibu-ibu jadi tenang, sehingga suami juga tidak melakukan tindak kriminal,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto mengungkapkan, pengembangan bawang putih masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait Sumber Daya Manusia (SDM), ketersediaan bibit dan pengairan.

Untuk mengatasi keterbatasan SDM, Polri menyiapkan 25 orang dalam tim riset kolaboratif yang melibatkan Bakomsus Pertanian, Polri, kelompok tani, mahasiswa hingga ahli pertanian.

“Tim ini akan mempelajari bibit, karakteristik lahan, dan pola budidaya yang hasilnya akan ditransfer kepada kelompok tani dan para mitra di Jawa Barat,” katanya.

Dia menuturkan, dari sisi bibit, terdapat bantuan sekitar satu ton dari PTPN serta dukungan swadaya. Ke depan, kolaborasi dengan dinas pertanian dan mitra strategis akan diperkuat, termasuk melalui pengembangan konsep green house pembibitan.

“Kedepannya kami akan memperkuat kolaborasi dengan dinas pertanian dan mitra strategis untuk mengembangkan konsep green house pembibitan, sebagai upaya meningkatkan ketersediaan dan kemandirian bibit secara keberlanjutan,” katanya.

Sedangkan untuk mengatasi persoalan ketersediaan air, terutama saat musim kemarau, akan dilakukan pembangunan pipanisasi serta sarana pengairan untuk mendukung keberlanjutan budidaya.

“Budidaya bawang putih ini diharapkan dapat berkelanjutan secara optimal dengan sarana prasarana yang juga dibangun,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *