Serangan Bersenjata di Bondi Beach Tewaskan 12 Orang, Polisi Tetapkan sebagai Aksi Teror

Serangan Bersenjata di Bondi Beach Tewaskan 12 Orang, Polisi Tetapkan sebagai Aksi Teror (Gambar Ilustrasi)

CIANJUREKSPRES.ID-  Sedikitnya 12 orang, termasuk satu pelaku penembakan, dilaporkan tewas dalam serangan bersenjata yang terjadi di kawasan Bondi Beach, Sydney, pada Minggu malam waktu setempat. Kepolisian New South Wales (NSW) secara resmi menetapkan peristiwa tersebut sebagai insiden terorisme.

Dalam kejadian ini, dua pelaku terlibat. Satu orang pelaku tewas di lokasi, sementara pelaku kedua berhasil diamankan polisi dan kini berada dalam kondisi kritis di bawah pengawasan ketat aparat keamanan. Selain korban meninggal, sebanyak 29 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk dua anggota polisi yang tertembak dan saat ini tengah menjalani operasi darurat.

Komisioner Polisi NSW, Mal Lanyon, mengatakan kondisi dua petugas tersebut sangat mengkhawatirkan. “Mereka berada dalam kondisi mendekati kritis dan sedang menjalani tindakan medis intensif,” ujarnya kepada media.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa salah satu pelaku penembakan adalah Naveed Akram, warga Bonnyrigg di wilayah barat daya Sydney. Aparat saat ini masih melakukan penggeledahan di kediaman Akram sebagai bagian dari penyelidikan lanjutan.

Insiden penembakan pertama kali dilaporkan sekitar pukul 18.47 waktu setempat, berlokasi di Archer Park, area terbuka yang terletak di utara Bondi Pavilion. Pada saat kejadian, sebuah acara perayaan Hanukkah diketahui sedang berlangsung di sekitar lokasi.

Polisi juga menemukan dugaan bahan peledak rakitan atau improvised explosive device (IED) yang berada di dalam sebuah kendaraan yang diduga terkait dengan pelaku yang tewas. Tim penjinak bom segera diterjunkan untuk mengamankan area tersebut.

Komisioner Lanyon menjelaskan bahwa sejumlah faktor menjadi dasar penetapan insiden ini sebagai aksi teror, termasuk waktu kejadian yang bertepatan dengan perayaan keagamaan, jenis senjata yang digunakan, serta temuan benda mencurigakan di lokasi. Ia menegaskan bahwa komunitas Yahudi berhak merasa aman dan dilindungi.

Suasana di Bondi Beach saat kejadian digambarkan sangat kacau. Rekaman di lapangan memperlihatkan warga berlarian menyelamatkan diri, sementara petugas medis memberikan pertolongan kepada korban yang tergeletak di area pantai. Sejumlah saksi mata menyebut situasi dipenuhi kepanikan dan kebingungan.

Pemerintah Australia turut menyampaikan keprihatinan mendalam. Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut insiden ini sebagai peristiwa yang mengejutkan dan menyedihkan, sementara Perdana Menteri NSW Chris Minns mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan pihak berwenang dan menjauhi lokasi kejadian hingga situasi benar-benar aman.

Penyelidikan masih terus berlangsung, dan polisi meminta masyarakat tetap waspada serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *