Dinas Pangan Genjot Penyerapan Logistik Beras dengan Berbagai Upaya

Kadis Pangan Cianjur Janji Menyiapkan Rincian Data
Kantor Dinas Pangan Kabupaten Cianjur (Foto: Dok. Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Pangan Kabupaten Cianjur tengah menyusun strategi taktis guna mempercepat penyerapan logistik komoditas beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Hal tersebut dilakukan menyusul adanya laporan dari Perum Bulog bahwa serapan logistik SPHP untuk kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) baru menyentuh angka kisaran 50 persen.

Kepala Dinas Pangan Cianjur, Firman Edi mengatakan, meski serapan beras saat ini masih minim. Namun masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan pangan.

“Kami memastikan bahwa stok beras di Perum Bulog berada dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026, khususnya untuk wilayah pelayanan yang mencakup Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi,” katanya, Senin 13 Juli 2026.

Dalam upaya medongkrak sisa serapan logistik dan menekan harga pasar, lanjut dia, pihaknya tengah menyiapkan dua skema penyerapan yaitu GPM Berbasis Anggaran melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) sebanyak 23 kali dalam setahun, serta perluasan GPM Mandiri.

“Di bawah payung GPM Mandiri, Dinas Pangan meluncurkan inovasi Sistem Pangan Keliling Andalan (Si Pangkalan) . Inovasi ini ditargetkan untuk masuk dalam kategori inovasi daerah pada tahun 2027 mendatang,” ujar Firman Edi.

Dia mengatakan, selain Si Pangkalan, Dinas Pangan juga mengoptimalkan program GPM Mobile dengan memanfaatkan kendaraan operasional roda empat.

“Kami berkolaborasi dengan beberapa desa. Selama mobil Maskara (Mobil Aspirasi Kampung Juara) tidak digunakan oleh komunitas desa, kami pinjam pakai untuk fasilitas kegiatan GPM Mobile. Saat ini sudah ada beberapa desa yang memberikan izin, seperti Desa Gado, Desa Cikendawa, dan Desa Cikajar,” katanya.

Menurut Firman, ke depan, Dinas Pangan berencana untuk menyisipkan kegiatan GPM Mandiri di setiap agenda daerah yang melibatkan massa atau pelayanan publik, salah satunya pada momentum Hari Jadi Cianjur (HJC).

“Tidak hanya itu, sebagai langkah jangka panjang untuk memperkuat legalitas dan jalur distribusi,” tuturnya.

Firman Edi juga mengatakan, pihaknya kini tengah merintis pendirian Koperasi Pangan Segar Abadi. Koperasi yang dikelola bersama karyawan dinas tersebut kini sedang berada dalam tahap finalisasi notariat dan diharapkan mengantongi legalitas hukum pada minggu depan.

“Komoditas yang dilindungi negara, seperti beras SPHP dan MinyaKita, memiliki regulasi keluar (Purchase Order/PO) yang ketat langsung dari Perum Bulog,” katanya.

Ia mengatakan, distribusi resmi saat ini hanya diperbolehkan melalui empat jalur utama. Gerakan Pangan Murah (GPM) di bawah naungan Dinas Pangan. Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi binaan langsung Bulog. Kios Pangan yang merupakan binaan Dinas Pangan. Kegiatan insidental resmi sesuai peranan Bulog.

“Dengan adanya tiga jalur serapan yang berada di bawah pengawasan langsung Dinas Pangan yakni GPM, Kios Pangan, dan Koperasi yang sedang dibentuk diharapkan serapan logistik di Bulog dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur, Muhammad Azwar Fuad, mengatakan bahwa total stok beras yang saat ini berada dalam pengelolaan pihaknya mencapai 30.778.963 kilogram (sekitar 30,7 ribu ton).

“Jumlah yang dikuasai saat ini mencapai 30.778.963 kilogram. Dengan volume tersebut, kami meyakinkan masyarakat bahwa ketahanan pangan, khususnya komoditas beras di wilayah Cianjur dan sekitarnya, dalam kondisi yang sangat prima,” ubgkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *