CIANJUREKSPRES.ID- Nama Sony Sanjaya menjadi perhatian publik setelah dirinya dikabarkan terseret dalam kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani Kejaksaan Agung. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi tersebut disebut menjalani pemeriksaan bersama sejumlah pejabat lain dalam penyidikan perkara yang berkaitan dengan tata kelola program di lingkungan BGN.
Kasus tersebut menjadi sorotan karena berkaitan dengan pelaksanaan program strategis nasional di bidang pemenuhan gizi. Di tengah proses hukum yang berlangsung, profil dan perjalanan karier Sony Sanjaya kembali menjadi perhatian masyarakat.
Sony Sanjaya lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 20 Oktober 1967. Ia merupakan purnawirawan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang reserse dan penegakan hukum. Pendidikan kepolisiannya ditempuh di Akademi Kepolisian (Akpol), tempat ia lulus pada tahun 1991 sebagai bagian dari angkatan Batalyon Bhayangkara.
Karier Sony di institusi Polri sebagian besar dihabiskan dalam bidang reserse kriminal. Pengalamannya di bidang investigasi dan penanganan perkara membuatnya dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis. Saat bertugas di Kepolisian Daerah Aceh, ia pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum pada tahun 2020 dan kemudian dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus pada tahun 2021.
Perjalanan kariernya terus berkembang hingga menduduki posisi Kabagrenopsnal Robinopsnal Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi penting yang diembannya sebelum memasuki masa purna tugas dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol).
Setelah menyelesaikan pengabdiannya di kepolisian, Sony dipercaya masuk ke lingkungan pemerintahan. Pada 17 September 2025, ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2025.
Dalam jabatannya tersebut, Sony bertanggung jawab mengawasi berbagai aspek operasional program pemenuhan gizi nasional. Ia juga dipercaya memimpin Tim Verifikasi BGN yang memiliki tugas memastikan validasi data penerima manfaat program pemerintah berjalan secara akurat, efektif, dan transparan.
Namun, perjalanan kariernya di Badan Gizi Nasional tidak berlangsung lama. Pada Juni 2026, namanya muncul dalam penyidikan dugaan korupsi yang dilakukan Kejaksaan Agung. Penyidik mendalami sejumlah dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program di lingkungan BGN, termasuk dugaan pelanggaran dalam proyek terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kasus tersebut masih dalam proses penyidikan dan menjadi perhatian publik karena menyangkut pelaksanaan program strategis pemerintah. Sementara proses hukum terus berjalan, sosok Sony Sanjaya kini menjadi salah satu figur yang banyak dicari informasinya oleh masyarakat.
Biodata Singkat Sony Sanjaya
Nama Lengkap: Sony Sanjaya
Tempat, Tanggal Lahir: Bandung, 20 Oktober 1967
Profesi: Purnawirawan Polri, Birokrat
Pendidikan: Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1991
Pangkat Terakhir: Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol)
Jabatan Terakhir di Polri: Kabagrenopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri
Jabatan di Pemerintahan: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi (2025–2026)












