Virus Hanta Jadi Sorotan, Kenali Gejala dan Cara Mencegah Penularannya

Virus Hanta Jadi Sorotan, Kenali Gejala dan Cara Mencegah Penularannya

CIANJUREKSPRES.ID- Virus Hanta atau Hantavirus merupakan kelompok virus yang ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus kepada manusia. Penyakit ini termasuk zoonosis yang cukup berbahaya dan perlu diwaspadai karena dapat menyerang sistem pernapasan maupun ginjal.

Apa Itu Virus Hanta?

Virus Hanta adalah virus yang berasal dari hewan pengerat, terutama tikus liar. Penularannya terjadi ketika manusia terpapar urine, air liur, atau kotoran tikus yang telah terinfeksi virus.

Penyakit ini menjadi perhatian karena dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian apabila tidak ditangani dengan cepat.

Cara Penularan Virus Hanta

Penularan virus Hanta dapat terjadi melalui beberapa cara. Salah satunya adalah menghirup partikel debu yang telah terkontaminasi kotoran atau urine tikus terinfeksi.

Selain itu, virus juga bisa menular melalui kontak langsung dengan benda yang terkena cairan tubuh tikus, kemudian tangan menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Dalam kasus tertentu, gigitan tikus maupun luka terbuka juga dapat menjadi jalur masuk virus ke dalam tubuh manusia.

Gejala Virus Hanta yang Harus Diwaspadai

Gejala awal infeksi virus Hanta umumnya mirip flu biasa, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh lemas.

Namun pada kondisi yang lebih parah, penderita dapat mengalami gangguan pernapasan, sesak napas berat, hingga gangguan ginjal.

Virus ini diketahui menyebabkan dua jenis penyakit utama, yaitu Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal serta Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru.

Perkembangan Kasus di Indonesia

Kementerian Kesehatan RI meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Hanta setelah ditemukan puluhan kasus di Indonesia sejak 2024 hingga awal 2026.

Tercatat sebanyak 23 kasus HFRS ditemukan dengan tiga korban meninggal dunia. Hingga kini, tipe virus yang ditemukan di Indonesia masih didominasi jenis HFRS.

Pemerintah juga memastikan belum ada bukti penularan antarmanusia untuk kasus virus Hanta di Indonesia.

Cara Mencegah Penularan Virus Hanta

Pencegahan paling efektif adalah menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang tikus.

Masyarakat dianjurkan menutup celah rumah yang memungkinkan tikus masuk serta menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat.

Saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus, gunakan masker dan sarung tangan agar tidak menghirup partikel yang berpotensi membawa virus.

Selain itu, penting untuk rutin menjaga sanitasi rumah dan membuang sampah pada tempatnya agar populasi tikus tidak berkembang.

Belum Ada Vaksin Khusus

Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat khusus yang disetujui secara luas untuk menangani infeksi virus Hanta.

Karena itu, deteksi dini dan penanganan cepat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius.

Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, sesak napas, atau gangguan ginjal setelah terpapar lingkungan yang banyak tikus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *