CIANJUREKSPRES.ID – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur, Nurdiyati, mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Cianjur pada tahun 2025 mencapai 7,3 persen. Angka ini turun signifikan dari 33,7 persen pada tahun 2021.
Nurdiyati pun menegaskan, bahwa angka prevalensi stunting Kabupaten Cianjur saat ini merupakan yang terendah di Provinsi Jawa Barat.
“Prevalensi stunting di Kabupaten Cianjur pada tahun 2021 di angka 33,7 persen, dan alhamdulillah mengalami penurunan sampai dengan 2025 menjadi 7,3 persen dan merupakan terendah di Jawa Barat,” katanya dalam sambutannya pada kegiatan kunjungan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji dalam kegiatan Prasta dan Vistara Pendampingan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Tamasya para Kamis 5 Maret 2026.
Menurutnya, kedatangan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, menjadi momentum penting dalam penguatan peran TPK di Kabupaten Cianjur.
“Kehadiran beliau memberikan semangat, motivasi, serta penguatan komitmen dalam upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas keluarga melalui Program Bangga Kencana. Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci dalam menghadirkan pekayanan yang optimal bagi masyarakat,” katanya.
“Terima kasih kepada bapak Menteri dan Bupati Cianjur atas perhatian, dukungan dan arahannya bagi TPK di Kabupaten Cianjur. Semoga kolabrasi ini terus berlanjut demi terwujudnya keluarga Indonesia yang berkualitas,” sambung Nurdiyati.












