CIANJUREKSPRES.ID – Anggota Komisi XIII DPR RI, Isfhan Taufik Munggaran (ITM), memberikan perhatian serius kepada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Cianjur. Politisi Partai Golkar itu pun mengajak semua elemen masyarakat untuk memperkuat empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Berdasarkan data yang kami himpun pada tahun 2025, di Cianjur ada 123 laporan Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) dan Kekerasan Terhadap Anak (KTA),” katanya kepada wartawan, Kamis 16 April 2026.
Melihat kondisi tersebut, Isfhan mengatakan, Komisi XIII DPR RI terus melakukan penekanan sosialisasi Penghormatan, Perlindungan, Pemajuan, Penegakan, dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia (P5 HAM) serta empat Pilar Kebangsaan ke berbagai wilayah.
“Inikan merupakan lunturnya moral, dimana sila ketuhanan yang sudah luntur ini menjadi tanggung jawab bersama, dan kami tak bisa menyalahkan pihak-pihak terkait juga,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, ketika kasus serupa terus kembali bermunculan merupakan sebuah alarm darurat yang perlu digaungkan bersama seluruh elemen masyarakat.
“Bagaimana pun juga ini yang tengah menimpa anak generasi bangsa, jangan sampai masa depan anak-anak kita direnggut oleh segelintir orang tak bertanggungjawab,” katanya.












