Jelang Lebaran Gas Elpiji 3 Kg Malah Langka

Jelang Lebaran Gas Elpiji 3 Kg Malah Langka
Ilustrasi gas elpiji langka. (Foto: Cianjur Ekspres)

CIANJURCIANJUR.ID – Sejumlah warga di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kg menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Padahal, pada H-2 Lebaran, kebutuhan gas melon tersebut meningkat untuk keperluan memasak.

Berdasarkan pantauan Cianjur Ekspres, kelangkaan mulai dirasakan sejak Rabu, 18 Maret 2026. Warga kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg di sejumlah warung maupun pangkalan yang biasa menjadi tempat pembelian.

Salah seorang warga, Aceng (48), mengaku tidak berhasil mendapatkan gas saat hendak membeli untuk kebutuhan rumah tangga. Dia bahkan harus pulang dengan tabung kosong karena stok di tempat langganannya habis.

“Iya, gas elpiji 3 kg sekarang susah, di beberapa tempat yang biasa saya beli sekarang lagi kosong,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Kamis 19 Maret 2026.

Menurutnya, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena kebutuhan memasak meningkat menjelang Lebaran.

Dia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan tersebut.

“Kalau tidak dapat gas elpiji 3 kg bagaimana kami mau memasak. Mau pakai kayu juga sekarang kayu sudah susah. Kami memohon kepada pemerintah agar ada solusi,” ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Hoho (49). Dia mengaku hingga saat ini belum mendapatkan gas elpiji 3 kg , sementara persediaan di rumahnya hampir habis.

“Susah sekarang mah, padahal lagi diperlukan, sebentar lagi Idulfitri. Tadi katanya ada tapi harganya agak mahal, pas saya datang mau beli, ternyata sudah habis juga,” katanya.

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) sebelumnya memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji dalam kondisi aman serta mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menyatakan bahwa ketersediaan energi di wilayah operasionalnya, termasuk Jawa Barat, tetap terjaga.

“Stok BBM dan elpiji di wilayah Regional Jawa Bagian Barat dalam keadaan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, stok yang dimaksud merupakan stok berjalan yang terus diperbarui, sehingga tidak akan habis selama distribusi berjalan normal.

Untuk wilayah Kabupaten Cianjur, pasokan BBM disuplai dari Terminal BBM Padalarang dan didistribusikan ke SPBU menggunakan mobil tangki.

Hingga saat ini, distribusi disebut berjalan lancar tanpa hambatan, meskipun wilayah Jawa Barat kerap diguyur hujan.

Pertamina juga telah melakukan langkah antisipasi dengan memperkuat stok di SPBU guna menghadapi lonjakan permintaan selama arus mudik Lebaran.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, serta tidak menimbun BBM maupun elpiji subsidi karena dapat merugikan masyarakat luas dan melanggar hukum.

Meski demikian, warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah dan pihak terkait agar kelangkaan gas elpiji 3 kg di tingkat masyarakat segera teratasi, terutama di momen krusial menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *