CIANJUREKSPRES.ID- Kasus bayi nyaris tertukar terjadi di RS Hasan Sadikin dan menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Insiden ini pertama kali mencuat melalui unggahan di TikTok dan Instagram yang memperlihatkan kepanikan orang tua pasien akibat dugaan kesalahan identifikasi bayi.
Peristiwa tersebut dialami oleh seorang ibu bernama Nina yang mengaku menemukan bayinya berada di gendongan orang lain. Ia pun langsung meminta penjelasan kepada perawat yang bertugas. Namun, penjelasan yang diberikan dinilai tidak masuk akal.
“Katanya saya dipanggil berkali-kali tapi tidak datang, lalu bayi saya diberikan ke orang lain,” ujar Nina.
Merasa tidak puas dengan jawaban tersebut, Nina segera mengambil kembali bayinya. Ia juga menyebut bahwa ibu yang sempat menggendong bayinya hanya terdiam tanpa memberikan respons.
Tidak hanya itu, Nina mengungkap adanya dugaan kelalaian lain, yakni gelang identitas bayinya yang telah digunting oleh perawat. Alasan yang diberikan perawat, menurut Nina, karena khawatir terdapat virus pada gelang tersebut.
Menanggapi kejadian ini, pihak RS Hasan Sadikin langsung mengambil langkah dengan menonaktifkan sementara perawat yang terlibat. Proses investigasi internal pun tengah dilakukan oleh komite keperawatan untuk mengusut dugaan pelanggaran prosedur.
Manajemen rumah sakit juga telah menghubungi keluarga pasien dan menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran terkait standar keamanan serta prosedur identifikasi pasien di fasilitas layanan kesehatan. Pihak rumah sakit memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang.












