Volume Kendaraan Jalur Puncak-Cianjur Cenderung Meningkat Selama Musim Mudik

MELINTAS: Sejumlah pengendara melintas dari arah Bogor ke arah Cianjur di kawasan Puncak Cipanas (Foto: Akmal EN/Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Arus lalu lintas di jalur Puncak menuju Cianjur menunjukkan peningkatan signifikan selama periode mudik Lebaran 2026. Kepadatan kendaraan didominasi dari arah Bogor menuju Cianjur, terutama pada jam-jam tertentu.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, mengatakan lonjakan volume kendaraan tersebut merupakan dampak dari rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) yang diberlakukan dari arah Bogor.

“Terjadi peningkatan arus lalu lintas, didominasi kendaraan dari arah Bogor menuju Cianjur. Ini merupakan dampak dari pemberlakuan one way dari arah Jakarta menuju Puncak,” katanya kepada Cianjur Ekspres, Minggu 22 Maret 2026.

Menurutnya, dalam satu periode pemantauan, jumlah kendaraan yang melintas dari arah Bogor menuju Cianjur bisa mencapai puluhan ribu unit, sementara dari arah sebaliknya juga terpantau cukup tinggi.

“Secara umum jumlah kendaraan yang melintas cukup besar, dengan dominasi kendaraan roda dua,” katanya.

Dia menjelaskan, dibandingkan hari-hari sebelumnya, kondisi arus lalu lintas mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Namun, secara keseluruhan arus masih terpantau ramai lancar.

“Kalau dibandingkan sebelumnya, volume kendaraan meningkat. Tapi saat ini arus lalu lintas mulai berimbang antara yang menuju Cianjur maupun yang kembali ke arah Bogor atau Jakarta,” katanya.

Untuk mengurai kepadatan, pihaknya juga menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way imbangan di sejumlah titik di wilayah Cianjur.

“Kami melakukan one way imbangan untuk mengantisipasi kepadatan, khususnya di jalur Puncak hingga Pasar Cipanas,” katanya.

Selain itu, sejumlah titik rawan kemacetan atau trouble spot juga menjadi fokus pengaturan petugas, seperti kawasan Hanjawar, Cipodas, hingga Pasar Cipanas.

“Beberapa titik tersebut menjadi pusat keramaian, sehingga kami tempatkan personel untuk melakukan pengaturan agar arus tetap berjalan lancar,” katanya.

Dia menambahkan, kebijakan peliburan sementara angkutan kota (angkot) di jalur tersebut juga cukup membantu mengurangi kepadatan lalu lintas selama periode mudik.

“Pengurangan operasional angkot cukup berpengaruh dalam mengurai kepadatan di jalur Puncak,” katanya. (cr1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *