CIANJUREKSPRES.ID – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur mencatat selama 2025 ada sebanyak 835 Pondok Pesantren (Ponpes) yang terdaftar serta memiliki izin.
Namun, Kemenag Kabupaten Cianjur mengaku kesulitan untuk mendata ponpes yang rusak akibat terdampak bencana alam atau dimakan usia.
Kasi Ponpes Kemenag Kabupaten Cianjur, Abdul Khohar Aziz menjelaskan, berdasarkan data yang tercatat jumlah ponpes resmi dan memiliki izin sebanyak 835 dan tersebar di seluruh wilayah.
“Dari sebanyak 835 ponpes tercatat itu, mulai dari Ponpes salafi, hingga modern dan boarding school,” kata Abdul Khohar pada Cianjur Ekspres saat diwawancara di ruangannya, Rabu 3 Desember 2025.
Terkait dengan pendataan ponpes, lanjut dia, Kemenag RI telah menyediakan EMIS aplikasi berbasis online atau sistem pendataan. Sehingga setiap ponpes dapat melakukan pelaporan data terbaru.
“Setiap ada pendataan perubahan jumlah santri, ustad, sarana prasarana dan ponpes rusak akibat terdampak bencana atau dimakan usai harus diperbaharui melalui aplikasi itu,” katanya.
Dia mengatakan, sejauh ini masih banyak ponpes yang jarang memperbaharui data atau pelaporan melalui aplikasi yang disediakan Kemenag RI. Bahkan pihaknya mengakui kesulitan untuk mendata ponpes rusak akibat bencana alam.
“Seharusnya kan dilaporkan melalui aplikasi itu, namun jarang ada yang mengisi, karena terkendala dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Kalau kita cek satu persatu sulit juga,” katanya.
Abdul Kohar menyebutkan, dari sebanyak 853 ponpes yang tercatat pasti ada yang rusak sedang, dan ringan. Namun dirinya tidak mengetahui jumlah ponpes yang rusak akibat terdampak bencana.
“Sementara belum terdata kesitu juga, karena yang mengisi di aplikasi oleh setiap ponpes masih minim, sehingga jumlah bangunan ponpes rusak tidak keluar,” ujarnya.
Dia menambahkan, sebanyak 835 ponpes hampir setiap tahun sering mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah pusat atas rekomendasi Kemenag di setiap daerah.
“Jadi bantuan dari pemerintah pusat itu langsung disalurkan ke ponpes. Rata-rata jenis bantuannya untuk usaha, bantuan prasarana juga ada, tapi kita tak tahu jumlah yang menerimanya,” ungkapnya.












