CIANJUREKSPRES.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di wilayah Jawa Barat selama periode Idulfitri 2026. Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik disarankan berangkat pada pagi hingga siang hari, mengingat hujan lebih sering turun pada sore dan malam.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa secara umum curah hujan di Jawa Barat berada pada kategori rendah hingga menengah. Namun, beberapa wilayah seperti sebagian besar Majalengka, bagian barat daya Kuningan, sebagian wilayah Sumedang bagian timur dan tengah, serta Subang bagian tenggara diperkirakan mengalami curah hujan tinggi.
Ia juga menyampaikan bahwa operasi modifikasi cuaca dapat dilakukan secara situasional sesuai kebutuhan untuk mengurangi intensitas hujan, khususnya di daerah yang berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi.
Selain itu, tinggi gelombang laut di perairan Jawa Barat selama Idulfitri diperkirakan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, yang termasuk kategori sedang.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir rob pada masa libur Idulfitri, terutama pada 19 Maret 2026 akibat fenomena bulan baru dan pada 22 Maret 2026 yang dipicu oleh fenomena perigee, yakni saat jarak bulan berada paling dekat dengan bumi.
Sehubungan dengan hal tersebut, seluruh pihak terkait diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, banjir, longsor, hingga pohon tumbang. Instansi terkait juga diimbau untuk memperhatikan kondisi jalan yang rawan banjir dan longsor, memangkas pohon tua, serta menertibkan reklame yang berpotensi roboh saat angin kencang.
Masyarakat yang akan mudik pun disarankan menghindari jalur atau wilayah yang rawan bencana, khususnya daerah yang sering mengalami banjir dan longsor.
Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hadi Wijaya, menyampaikan bahwa musim hujan yang masih berlangsung saat Idulfitri berpotensi memicu pergerakan tanah, terutama di wilayah lereng curam dengan kondisi batuan vulkanik yang telah lapuk.
Ia mengungkapkan terdapat lima daerah di Jawa Barat yang rawan longsor, yaitu Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, dan Garut. Beberapa jalur utama yang perlu diwaspadai antara lain Jalur Puncak yang rawan longsor saat hujan deras, Jalan Raya Cibadak–Sukabumi, kawasan Garut Selatan, serta jalur Lembang–Maribaya–Subang yang memiliki potensi longsor di area tebing dan hutan.












