BMKG Pantau Siklon Tropis Nokaen, Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan Indonesia

CIANJUREKSPRES.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta terus memantau perkembangan Siklon Tropis Nokaen yang terdeteksi di wilayah Laut Filipina, tepatnya di sebelah timur laut Manila.

 

Berdasarkan pembaruan BMKG per Sabtu, 18 Januari 2026 pukul 19.00 WIB, Siklon Tropis Nokaen dalam 24 jam ke depan diperkirakan tetap berada pada kategori 1 dan bergerak ke arah timur laut, menjauhi wilayah Indonesia.

 

 

Meski bergerak menjauh, keberadaan Siklon Tropis Nokaen tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di Indonesia.

 

Salah satu dampak yang diwaspadai adalah potensi peningkatan tinggi gelombang laut di beberapa wilayah perairan.

 

BMKG mencatat gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik bagian utara Maluku, yang masuk dalam kategori gelombang sedang.

 

 

Selain Siklon Tropis Nokaen, BMKG juga memantau dua bibit siklon tropis lainnya, yakni Bibit Siklon Tropis 96S dan 97S.

 

Bibit Siklon Tropis 96S terpantau berada di Samudra Hindia bagian barat laut Australia dan memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

 

Sistem ini diperkirakan bergerak ke arah barat daya dan menjauhi wilayah Indonesia.

 

 

Meski peluang berkembangnya rendah, Bibit Siklon Tropis 96S berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah Selat Bali, Selat Lombok, Selat Sumba, serta Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat.

 

Kondisi ini perlu diwaspadai terutama oleh nelayan dan pelaku aktivitas pelayaran.

 

 

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 97S terdeteksi di wilayah selatan Australia. Bibit siklon ini juga memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diprediksi bergerak perlahan ke arah barat dalam periode 24 jam ke depan, dengan kecenderungan menjauhi Indonesia.

 

 

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah perairan, untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan memperbarui informasi cuaca maritim secara berkala melalui kanal resmi BMKG.

 

Kewaspadaan dini dinilai penting guna meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan oleh dinamika cuaca ekstrem di wilayah laut Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *