CIANJUREKSPRES.ID – Pemkab Cianjur meminta seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkatkan kualitas pelayanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain menjamin bahan pangan tetap bersih dan segar, pengelola juga diminta mempercepat distribusi makanan serta segera menuntaskan persyaratan perizinan.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas bahan pangan, proses pengolahan, hingga ketepatan waktu pendistribusian.
Menurutnya, setiap tahapan harus dilakukan sesuai standar agar makanan yang diberikan tetap layak dikonsumsi dan kandungan gizinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima manfaat.
Pesan tersebut disampaikan Wahyu saat menerima silaturahmi dan audiensi bersama para pengelola SPPG, serta koordinator kecamatan (Korcam) se-Kabupaten Cianjur pada Senin (26/10/2026). Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor dan koordinator wilayah PGN Cianjur.
Wahyu menegaskan, proses distribusi menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh seluruh pengelola SPPG. Makanan yang telah diolah perlu segera disalurkan agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga ketika diterima masyarakat.
“Dalam pendistribusiannya itu bisa cepat agar makanan yang sampai kepada penerima manfaat tetap segar dan manfaat gizinya bisa maksimal,” ujarnya kepada wartawan, belum lama ini.
Selain menyoroti mutu makanan dan kelancaran distribusi, Wahyu juga mengingatkan pengelola SPPG agar tidak mengabaikan aspek administrasi dan legalitas operasional. Dia meminta seluruh persyaratan perizinan segera dilengkapi sehingga pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Perizinan segera dilengkapi seluruhnya,” katanya.












