Soroti Kebersihan Usai CFD, Pemuda Muslimin Cianjur Desak Peran DLH

Soroti Kebersihan Usai CFD, Pemuda Muslimin Cianjur Desak Peran DLH
Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Cianjur menyoroti persoalan kebersihan pasca pelaksanaan kegiatan rutin Car Free Day (CFD) di Jalan Abdullah Bin Nuh, Kabupaten Cianjur.(dok.Pemuda Muslimin Indonesia Cianjur)

CIANJUREKSPRES.ID – Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Cianjur menyoroti persoalan kebersihan pasca pelaksanaan kegiatan rutin Car Free Day (CFD) di Jalan Abdullah Bin Nuh, Kabupaten Cianjur.

Sorotan tersebut muncul setelah sampah terlihat berserakan di sejumlah titik usai kegiatan CFD berlangsung. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan perlunya peran aktif pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, dalam memastikan kebersihan kawasan setelah kegiatan masyarakat.

Ketua PC Pemuda Muslimin Cianjur, Ari Kurniawan, mengatakan, persoalan kebersihan tidak semestinya hanya dibebankan kepada masyarakat. Menurutnya, pemerintah melalui DLH juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan serta penanganan sampah di lokasi kegiatan.

“Soal kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat. Harus ada kerja dan upaya dari pemerintah, khususnya DLH, untuk memastikan kawasan tetap bersih setelah kegiatan berlangsung,” ujar Ari dalam keterangan tertulisnya, Minggu 27 September 2026.

Ari mengaku telah memantau kondisi di kawasan CFD selama kurang lebih dua minggu. Berdasarkan pantauannya, persoalan sampah yang berserakan kembali terlihat setelah kegiatan selesai.

“Sudah dua minggu saya memantau pelaksanaan Car Free Day. Setiap selesai kegiatan, masih terlihat sampah berserakan. Ini tentu perlu menjadi perhatian DLH,” katanya.

Menurut Ari, keberadaan CFD seharusnya tidak hanya memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas, tetapi juga harus diikuti dengan pengelolaan kebersihan yang baik.

Dia meminta DLH Cianjur melakukan langkah konkret, mulai dari penempatan sarana tempat sampah, pengawasan, hingga pembersihan setelah kegiatan selesai.

“Jangan sampai masyarakat terus diminta menjaga kebersihan, sementara setelah kegiatan selesai tidak ada penanganan yang maksimal. Pemerintah juga harus hadir,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *