Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Cianjur, BPBD Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Warga membersihkan kendaraan yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Leles, Kabupaten Cianjur, pada Minggu 6 September 2026.(Foto: Kiriman untuk Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau mencapai sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur pada Minggu 6 September 2026. Abu vulkanik mulai terlihat di kawasan Cianjur Utara hingga wilayah perkotaan.

Salah Seorang Warga Kecamatan Cipanas, Rahma Alifah Zikrin (22), mengaku awalnya mengira debu yang menempel di halaman rumah merupakan debu biasa yang terbawa angin.

Namun, debu tersebut semakin tebal dalam waktu relatif singkat sehingga warga mulai menyadari adanya abu vulkanik.

“Aku sempet ngecek keluar rumah, debu semua di teras rumah aku. Kirain debu dari halaman atau jalan seperti biasanya. Tapi yang kali ini debunya makin lama makin tebal dalam waktu singkat. Setelah cari tahu, ternyata ini debu vulkanik,” kata Rahma.

Dia menuturkan, pada malam sebelumnya dirinya sudah merasakan seperti ada debu yang menempel di wajah.

“Pantesan pas malem sampe rumah aku ngerasa muka tuh kaya berdebu banget. Mungkin itu debu vulkanik,” ujarnya.

Senada, Wildan (22), mengatakan, abu vulkanik telah menutupi berbagai kendaraan di sekitar tempat tinggalnya.

“Iya hampir rata, di kami juga sudah terdampak abu vulkanik. Semua kendaraan, mobil dan motor kaya diselimuti debu. Sampai saat ini pun masih,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Asep Sudrajat mengatakan, berdasarkan pemantauan hingga Minggu siang, abu vulkanik telah terpantau di wilayah Cianjur Utara, mulai dari kawasan Puncak hingga perkotaan Cianjur.

“Untuk wilayah Cianjur Selatan masih belum ada laporan. Kami sudah terjunkan tim untuk cek, apakah wilayah selatan juga terdampak,” kata Asep.

BPBD pun mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah selama abu vulkanik masih terjadi. Warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko menghirup abu.

“Lebih baik berdiam diri di rumah. Jika memang harus beraktivitas di luar, kenakan masker untuk mencegah debu masuk ke saluran pernapasan,” pungkasnya.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *