Harga Cabai di Pasar Muka Melonjak hingga Rp80 Ribu

Harga sejumlah komoditas sayuran seperti cabai, buncis, dan sawi di Pasar Muka Cianjur mengalami kenaikan harga dalam sebulan terakhir, Kamis 24 September 2026. (Foto : Cianjur Ekspres/Mochammad Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Muka Cianjur mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir. Kenaikan paling terasa terjadi pada sejumlah jenis cabai yang harganya bahkan mencapai Rp80 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang sayuran di UPTD Pasar Muka Cianjur, Risma (37), mengatakan, harga cabai tanjung yang biasanya dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram kini mencapai Rp80 ribu per kilogram. Sementara cabai domba naik dari harga normal Rp50 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram.

“Cabai keriting juga naik. Biasanya Rp40 ribu per kilogram, sekarang sekitar Rp70 ribu,” kata Risma kepada Cianjur Ekspres, Kamis 24 September 2026.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut terjadi secara bertahap dan sudah berlangsung kurang lebih satu bulan. Dia menduga, kondisi musim kemarau menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas sayuran.

Selain cabai, kenaikan harga juga terjadi pada buncis dan sawi. Harga buncis yang sebelumnya sekitar Rp24 ribu per kilogram kini menjadi Rp28 ribu. Sedangkan sawi naik dari sekitar Rp6 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram.

“Yang paling terasa naik itu buncis dan cabai. Kalau bawang sekarang masih murah, sedangkan jengkol mahal,” ujarnya.

Kenaikan harga tersebut turut berdampak terhadap pola belanja masyarakat. Risma menyebut, pembeli yang biasanya membeli satu kilogram cabai kini mengurangi pembelian menjadi setengah kilogram, bahkan hanya seperempat kilogram. Jumlah pembeli pun disebut ikut berkurang.

Pedagang sayuran lainnya, Ahmad (37), mengatakan, kondisi tersebut turut berdampak terhadap omzet dagangannya. Menurutnya, pembeli cenderung mengurangi jumlah belanja karena harus menyesuaikan pengeluaran dengan harga komoditas yang meningkat.

“Pembelian jadi berkurang. Omzet juga sedikit menurun karena harga naik,” kata Ahmad.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Aamalia (34), mengaku kenaikan harga sayuran membuat dirinya harus lebih cermat mengatur pengeluaran rumah tangga. Dia berharap, pemerintah dapat mencari solusi untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di pasar.

“Kalau seperti saya ibu rumah tangga, harus pintar-pintar menekan pengeluaran belanja. Harapannya pemerintah ada solusi terkait naiknya harga di pasar,” ucapnya.

Risma pun berharap harga berbagai komoditas sayuran dapat kembali normal sehingga tidak semakin membebani masyarakat. Menurutnya, ketika harga mahal, masyarakat terpaksa mengurangi jumlah pembelian.

“Harapannya harga kembali normal, biar ibu-ibu tidak mengeluh. Kalau mahal, ibu-ibu belinya sedikit,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *