CIANJUREKSPRES.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat selama Juli 2026 seluas 4.670 meter persegi terbakar, akibat cuaca panas dan kelalaian.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan, memasuki musim kemarau tingkat kebakaran lahan di wilayah Cianjur sejak Juli 2026 mengalami peningkatan.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, selama bulan Juli 2026 ini sudah ada sebanyak 14 kejadian kebakaran lahan di sejumlah kecamatan,” ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.
Kebakaran lahan tersebut terjadi di Kecamatan Cikalongkulon, Cilaku, Cibeber, Sindangbarang, Sukaluyu, Cianjur, dan Cugenang. Sehingga luas lahan yang terbakar dari tujuh kecamatan seluas 4.670 meter persegi.
“Penyebab kebakaran lahan perkebunan di tujuh kecamatan tersebut, disebabkan beberapa faktor, seperti dari pembakaran sampah, dan akibat cuaca panas ekstrim,” kata Samudra.
Dia menuturkan, selama penanganan kebakaran lahan, kebun, dan rumput di pinggir jalan dapat ditangani dengan cepat oleh petugas gabungan seperti Damkar, BPBD, Relawan Tangguh Bencana (Retana) dan Dinas Perumahan dan Permukan (Disperkim).
“Sejauh ini penanganan kebakaran lahan tidak ada kendala dan berjalan lancar. Serta setiap penanganan kebakaran kita juga dibantu dengan masyarakat,” tuturnya.
Samudra mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, namun dianjurkan untuk membuang ke tempat pembuangan yang telah disediakan serta tak membuang putung sampah.












