CIANJUREKSPRES.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur membutuhkan tambahan sebanyak 200 tempat tidur untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan pasien di instalasi gawat darurat (IGD).
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Sayang Cianjur, Yayan Sopyandi, mengatakan saat ini jumlah tempat tidur rawat inap sebanyak 460 unit, sedangkan rata-rata pasien IGD mencapai 70 sampai 100 pasien.
“Sehingga, RSUD Cianjur membutuhkan penambahan sebanyak 100 sampai 200 tempat tidur, supaya penumpukan pasien di IGD dapat terurai tuntas,” katanya pada wartawan, Rabu 10 Desember 2025.
RSUD Sayang pun telah mengambil sejumlah langkah cepat dengan membuat ruang transit di belakang IGD. Ruang ini berfungsi sebagai tempat singgah sementara bagi pasien sebelum dipindahkan ke ruang rawat inap.
“Saat ini kita akan membuat ruangan transit. Jadi sebelum masuk ke ruang rawat inap, ada ruang transit sebelumnya untuk mengurangi penumpukan. Walaupun hanya 10 atau 15 tempat tidur, mudah-mudahan bisa mengurangi penumpukan,” ujar Yayan.
Dia menegaskan, akar masalah utama bukan pada luasan IGD, melainkan pada keterbatasan ruang rawat inap. Idealnya, pasien hanya berada di IGD maksimal 6 jam sebelum dipindahkan ke rawat inap.
“Masalahnya bukan IGD-nya yang kurang, tapi rawat inapnya yang kurang. Karena kan IGD itu 6 jam juga langsung masuk ke rawat inap, tidak ditunggu lama-lama sampai berhari-hari. Ini berhari-hari karena di rawat inapnya yang penuh,” kata Yayan.
Selain itu dia mengatakan, rencana pembangunan perluasan rawat inap yang diusulkan setidaknya 5 lantai, masih menunggu ketersediaan anggaran dari pemerintah.
“Terkait rencana pembangunan perluasan rawat inap masih menunggu pemerintah daerah. Meski pun saat ini lahan pembangunanya sudah tersedia,” jelas Yayan.












