Siswi Korban Gapura Ambruk di Cidaun Dirujuk ke RSUD Sayang

Siswi korban ambruknya gapura SDN Kertajadi, Kecamatan Cidaun, harus dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur akibat mengalami cedera kepala serius. (Foto: Dok. Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Insiden robohnya gapura SDN Kertajadi di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, yang menyebabkan dua siswi menjadi korban, menjadi peringatan serius terhadap keselamatan peserta didik di lingkungan sekolah. Salah satu korban, siswi kelas V berinisial NN (11), mengalami cedera kepala serius hingga harus dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (26/10/2026) pagi, saat wilayah Cidaun diguyur hujan gerimis. Gapura yang roboh menimpa korban hingga mengalami retak tulang kepala. Kondisinya dilaporkan memerlukan penanganan intensif, dan berpotensi menjalani tindakan bedah sesuai hasil pemeriksaan tim medis.

Direktur Utama RSUD Sayang Cianjur, dr. Yuli Hendriyani, membenarkan bahwa pihaknya menerima dan menangani korban. Informasi mengenai kondisi siswi tersebut diperolehnya dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur setelah insiden terjadi.

“Tim medis menangani korban untuk menentukan tindakan yang diperlukan sesuai kondisi klinisnya,” jelas Yuli, Senin (26/10/2026) malam.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan koordinator pendidikan (kordik), komite sekolah, serta puskesmas untuk memastikan penanganan para korban berjalan optimal.

Disdikpora juga mengupayakan pemeriksaan lanjutan terhadap korban yang mengalami benturan di bagian pelipis. Pemeriksaan menggunakan CT scan di RSUD Pagelaran direncanakan untuk mengetahui kemungkinan adanya cedera serius yang tidak dapat dipastikan hanya melalui pemeriksaan awal.

“Kami berinisiatif untuk melaksanakan CT scan di RSUD Pagelaran, karena benturan menimpa bagian pelipis anak. Kami ingin memastikan supaya tidak ada cedera yang parah,” kata Ruhli.

Dia menegaskan, biaya pengobatan kedua korban akan ditanggung pemerintah melalui Disdikpora Kabupaten Cianjur. Pihaknya juga akan memantau perkembangan kondisi korban, termasuk Najwa, hingga dinyatakan pulih.

Selain memastikan penanganan medis, Disdikpora menginstruksikan pihak sekolah berkoordinasi dengan masyarakat dan kepolisian untuk membersihkan material bangunan yang roboh. Langkah tersebut dilakukan agar puing-puing tidak menghambat kegiatan sekolah maupun menimbulkan kecelakaan susulan.

Ruhli turut mengingatkan seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Cianjur, agar meningkatkan pemeriksaan kondisi sarana dan prasarana, terutama menjelang dan selama musim penghujan.

Pemeriksaan perlu mencakup bangunan sekolah, pagar, serta fasilitas lain yang berpotensi mengalami pelapukan. Sekolah juga diminta memperhatikan kondisi sanitasi dan segera menindaklanjuti keberadaan pohon lapuk melalui koordinasi dengan masyarakat sekitar.

“Bangunan yang terindikasi sudah lapuk harus diantisipasi. Sarana dan prasarana pembelajaran perlu dipindahkan ke lokasi atau bangunan yang masih layak. Pagar yang sudah lapuk juga harus diperbaiki secara bertahap melalui anggaran pemeliharaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *