Jalan Cipeuteuy Cilaku Rusak Bertahun-tahun, Warga Protes Minim Perbaikan

Tampak pengendara motor melintasi jalan rusak di Kampung Cipeuteuy, Desa Mulyasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. (Foto: Cianjur Ekspres / Akmal Esa Nugraha)

CIANJUREKSPRES.ID – Kondisi jalan di Kampung Cipeuteuy, Desa Mulyasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, dikeluhkan warga karena hingga kini belum tersentuh perbaikan secara menyeluruh. Akses jalan yang rusak tersebut dinilai menghambat aktivitas warga, terutama dalam menunjang kegiatan ekonomi sehari-hari.

Salah seorang warga, Ari Adrian (29), mengatakan, kerusakan jalan di wilayah tersebut sudah berlangsung cukup lama, bahkan disebut belum pernah diperbaiki secara maksimal sejak bertahun-tahun lalu.

“Kalau dibilang belum pernah diperbaiki, memang sebagian besar belum. Ada yang diperbaiki, tapi hanya di bagian depan saja, dekat kantor desa. Sementara yang ke dalam masih jauh dari kata layak,” katanya, Selasa 5 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi jalan di bagian dalam kampung masih berupa susunan batu manual dan kerikil, sehingga menyulitkan warga yang melintas, terlebih saat kondisi hujan atau menjelang malam hari.

“Jalannya masih pakai batu-batu yang disusun manual, belum diaspal. Kalau malam juga rawan karena kondisi jalan tidak memadai ditambah gelap juga,” ujarnya.

Dia menyebut, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak lama, bahkan diperkirakan belum tersentuh perbaikan sejak beberapa kali terjadi pergantian kepala desa.

“Sudah lama, mungkin sudah dua kali kalau gak salah ganti kepala desa juga belum tersentuh. Tapi intinya sudah lama, dan banyak warga yang mengeluh,” ucap Ari.

Dia menambahkan, keluhan terkait kondisi jalan tersebut kerap disampaikan warga, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Namun sampai saat ini, belum ada respons konkret dari pihak terkait.

“Warga sering mengeluh, bahkan sudah banyak yang unggah di media sosial, tapi belum ada tanggapan,” katanya.

Selain menghambat mobilitas, kondisi jalan yang rusak juga kerap menyebabkan kecelakaan ringan, terutama bagi anak-anak yang melintas atau bermain di sekitar lokasi.

“Kalau kecelakaan ya mungkin anak-anak yang jatuh. Bahkan warga yang bawa barang pakai motor juga sering rugi, misalnya barang jadi rusak karena jalan jelek. Contohnya kaya warga lagi bawa telor bisa jatuh gitu telornya,” tutur Ari.

Ari menilai, perbaikan jalan yang selama ini dilakukan belum menyentuh seluruh wilayah, sehingga manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Yang diperbaiki itu biasanya di depan saja, tidak sampai ke dalam,” katanya.

Dia berharap pemerintah desa maupun pihak terkait dapat segera melakukan perbaikan secara menyeluruh agar akses warga menjadi lebih layak dan aman digunakan.

“Harapannya ada tindak lanjut dari pemerintah desa maupun dari bapak Bupati, jalan ini segera diperbaiki. Karena ini akses penting untuk warga, terutama untuk aktivitas ekonomi,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *