CIANJUREKSPRES.ID – Banjir merendam dua kecamatan di Kabupaten Cianjur, yakni Kecamatan Cibeber dan Cilaku, pada Minggu, 5 April 2026, malam. Bencana itu bermula saat hujan lebat yang membuat sungai meluap, ditambah buruknya drainase menyebabkan ratusan rumah serta akses jalan utama terendam.
Menurut informasi yang dihimpun Cianjur Ekspres, banjir mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Awalnya genangan air hanya setinggi sekitar 10 sentimeter, namun terus meningkat hingga mencapai sekitar satu meter seiring hujan deras yang mengguyur sejak sore hari.
Salah seorang warga Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber, Alawi (30), mengatakan banjir akhirnya semakin tinggi bahkan merendam rumah warga.
“Hujan dari sore, mulai banjir sekitar jam 8 malam. Bahkan sempat sampai satu meter,” katanya.
Menurutnya, banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak fasilitas pendidikan. Sebuah madrasah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian lantai akibat terjangan air.
“Madrasah tempat ngaji anak-anak juga sampai jebol. Barang-barang di dalamnya ikut terendam,” katanya.
Banjir juga sempat menutup akses jalan utama penghubung Cianjur-Cibeber, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
“Sempat merendam jalan utama, jadi kendaraan tidak bisa lewat karena airnya tinggi,” katanya.
Sementara itu, Camat Cibeber, Ardian Athoillah, menyebutkan banjir di wilayahnya berdampak pada enam desa. Hingga kini, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah rumah terdampak secara rinci.
“Ada enam desa yang terdampak. Untuk sementara puluhan rumah dan jalan terendam, namun data pastinya masih kami lakukan pengecekan di lapangan,” katanya.
Dia menjelaskan, banjir mulai berangsur surut. Genangan pun surut sehinga ruas jalan bisa dilalui, sementara di permukiman warga masih tersisa air dengan ketinggian di bawah 10 sentimeter.
“Di jalan sudah surut, kalau di permukiman masih ada genangan tapi relatif rendah,” katanya.
Meski begitu, masyarakat diminta tetap waspada jika hujan kembali turun, termasuk terhadap potensi bahaya pascabanjir seperti kemunculan hewan liar dan risiko kelistrikan.
“Warga diminta waspada terhadap hewan liar seperti ular dan biawak. Selain itu, periksa juga instalasi listrik dan peralatan elektronik untuk menghindari bahaya,” katanya.
Kapolsek Cilaku, AKP Isep Sukana, mengatakan banjir di Kecamatan Cilaku, hanya di satu desa, yakni Desa Sukasari, sekitar 30 rumah warga terdampak dalam kejadian tersebut.
“Di Cilaku hanya satu desa yang terdampak, sekitar 30 rumah terendam. Tidak ada korban jiwa, dan saat ini air juga sudah mulai surut dan warga juga mulai membersihkan rumah dari lumpur dan sisa genangan air akibat banjir,” pungkasnya.












