CIANJUREKSPRES.ID – Pada H-2 Hari Raya Idul Fitri atau pada arus mudik 2026 Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur mencatat dari total volume kendaraan yang melintas di Cianjur, 40 persen menjadikan Cianjur sebagai daerah tujuan.
Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Cianjur, M. Iqbal Safarudin memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-2 atau Kamis 19 Maret 2026 hingga H-1 Jumat 20 Maret 2026.
“Hingga saat ini jumlah pemudik yang masuk ke Cianjur diperkirakan mencapai ratusan ribu orang dengan sekitar 40 persen menjadikan Cianjur sebagai daerah tujuan dan sisanya hanya melintas,” katanya, Kamis 19 Maret 2026.
Bahkan, jumlah kendaraan yang melintas di perbatasan Cianjur dengan Bogor pada Kamis 19 Maret 2026 mencapai 39 persen, dan mobil 51 persen untuk roda dua, sedangkan bus atau truk kecil hanya 10 persen.
“Dalam mengantisipasi lonjakan tersebut, kami telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan arus ke jalur alternatif apabila terjadi kepadatan di jalur utama,” katanya.
Menurutnya, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara fleksibel dan situasional berdasarkan kondisi terkini di lapangan.
“Ketika antrean kendaraan di jalan arteri mulai memanjang dan berpotensi menimbulkan kemacetan, petugas akan segera mengarahkan pengendara ke jalur alternatif yang telah disiapkan,” katanya.
Dia menambahkan, titik rawan kepadatan seperti Pasar Ciranjang dan Pasar Cipanas, petugas juga menyiapkan manajemen lalu lintas berupa kanalisasi serta kemungkinan penerapan contra-flow jika kondisi mendesak.
“Fokus pengamanan dan rekayasa akan dipusatkan di jalur utara dan timur yang menjadi koridor utama pergerakan pemudik,” katanya.












