CIANJUREKSPRES.ID – Harga plastik di Pasar Induk Cianjur mengalami kenaikan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan tersebut berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.
Sutisna (32) salah seorang karyawan salah satu toko plastik di Pasar Induk Cianjur, mengatakan, kenaikan harga terjadi secara bertahap sejak bulan Ramadan hingga saat ini.
“Benar, harga plastik sekarang naik cukup tinggi. Awalnya yang paling murah sekitar Rp8 ribu, sekarang sudah Rp14 ribu,” katanya saat ditemui Cianjur Ekspres, Selasa 7 April 2026.
Dia menjelaskan, kenaikan tidak terjadi secara langsung, melainkan bertahap dari Rp8 ribu, kemudian naik menjadi Rp9 ribu, Rp10 ribu, hingga kini mencapai Rp14 ribu untuk harga termurah.
“Naiknya bertahap, mulai dari Ramadan sampai sekarang, kurang lebih sudah sebulan lebih,” katanya.
Tak hanya itu, harga plastik jenis lain juga ikut mengalami lonjakan. Untuk plastik dengan harga sebelumnya berkisar Rp16 ribu hingga Rp18 ribu, kini naik menjadi sekitar Rp22 ribu. Bahkan, plastik jenis PE yang biasa digunakan untuk kemasan minyak goreng juga melonjak tajam.
“Yang Rp14 ribu itu cup plastik yang paling murah. Nah yang paling mahalnya itu cup plastik yang awalnya Rp16 ribu jadi Rp18 ribu. Plastik PE yang biasanya sekitar Rp30 ribu per kilogram, sekarang sudah Rp58 ribu,” katanya.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut diduga dipengaruhi kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada bahan baku.
“Penyebabnya kemungkinan karena pengaruh perang yang di Timur Tengah memanas itu, jadi berdampak ke harga bahan plastik,” katanya.
Kenaikan harga ini turut berdampak pada penjualan. Dia mengaku, omset toko mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.
“Kalau dulu per hari bisa Rp25 juta sampai Rp30 juta per 15 dus cup plastik. Sekarang turun jadi sekitar kurang lebih Rp15 juta,” katanya.
Dia menambahkan, saat ini banyak pembeli yang memilih mencari harga lebih murah atau menunda pembelian karena harga yang terus naik.
“Sekarang pembeli cenderung cari yang lebih murah dulu, jadi penjualan memang menurun,” katanya.
Meski begitu, pihaknya berharap harga plastik bisa segera kembali stabil agar aktivitas perdagangan dapat kembali normal.
“Mudah-mudahan ke depan harganya bisa stabil lagi,” pungkasnya.












