CIANJUREKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten Cianjur mulai mematangkan arah pembangunan daerah tahun 2027 melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang digelar di lantai 3 Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Cianjur Selasa 31 Maret 2026.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Cianjur, Ahmad Rifa’i Azhari, yang mewakili Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian. Turut hadir unsur Forkopimda, DPRD, perangkat daerah, para camat, serta berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah sektor.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan forum strategis dalam menyelaraskan rencana pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat secara lebih terstruktur.
“Melalui Musrenbang ini, kita ingin memastikan seluruh usulan pembangunan dapat terintegrasi dengan baik, sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung arah kebijakan nasional dan daerah,” ujar Ahmad Rifa’i dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cianjur, Henry Ferdian Martin, menjelaskan, penyusunan RKPD 2027 dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari teknokratik hingga partisipatif, dengan menggabungkan metode top-down dan bottom-up.
Menurutnya, proses perencanaan telah dimulai sejak akhir 2025, diawali dengan kick off meeting pada Desember, dilanjutkan forum konsultasi publik pada Januari 2026, serta Musrenbang tingkat kecamatan dan forum perangkat daerah pada Februari 2026.
“Selanjutnya akan dilakukan penajaman program prioritas hingga penetapan RKPD yang dijadwalkan pada minggu keempat Juni 2026,” jelasnya.
Dalam proses tersebut, tercatat sebanyak 2.229 usulan pokok pikiran DPRD untuk tahun 2027. Usulan terbanyak berasal dari sektor perumahan dan kawasan permukiman sebanyak 1.497 usulan, diikuti sektor keuangan/desa sebanyak 258 usulan, serta pekerjaan umum dan tata ruang sebanyak 143 usulan.
Selain itu, terdapat pula 290 usulan dari kecamatan dan desa, serta 134 usulan hibah dan bantuan sosial yang masuk hingga Maret 2026.
Henry menambahkan, tema pembangunan yang diusung dalam Musrenbang RKPD 2027 adalah
“Pemerataan dan Pemantapan Infrastruktur Dasar, Layanan Publik, dan Pembangunan Ketahanan Pangan.”
Tema tersebut dipilih karena Cianjur memiliki peran strategis sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Jawa Barat maupun nasional.
Kegiatan ini diikuti sekitar 400 peserta, baik secara langsung maupun daring, yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, asosiasi profesi, serta tokoh masyarakat.
Rangkaian acara meliputi sambutan Ketua DPRD, pembukaan resmi, penandatanganan berita acara kesepakatan, serta pemaparan dari sejumlah narasumber, termasuk dari Bappenas, Bappeda Provinsi Jawa Barat, Institut Pertanian Bogor, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Cianjur.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan tercipta kesepakatan bersama terkait arah pembangunan daerah yang lebih efektif, terukur, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cianjur secara berkelanjutan.












