Bisnis  

Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji di Cianjur Aman Selama Ramadan-Idulfitri 2026

Pertamina

CIANJUREKSPRES.ID – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji tetap aman selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Pasokan energi di wilayah operasionalnya, termasuk di Kabupaten Cianjur, dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode tersebut.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, mengatakan, stok energi saat ini dalam kondisi stabil dan terus dipantau untuk memastikan distribusinya berjalan lancar hingga setelah Idulfitri.

“Stok BBM dan elpiji di wilayah Regional Jawa Bagian Barat dalam keadaan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik selama masa Ramadan dan Idulfitri maupun setelahnya,” ujarnya kepada wartawan, Rabu 11 Maret 2026.

Dia menjelaskan, stok BBM yang selama ini disampaikan kepada publik merupakan stok berjalan. Artinya, pasokan tersebut terus diperbarui secara berkala sehingga tidak akan habis selama distribusi berjalan normal.

“Stok yang dimaksud adalah stok berjalan, bukan stok mati. Jadi bukan berarti dihitung mundur lalu habis. Konsepnya seperti toren air yang terus terisi kembali ketika mulai berkurang,” jelasnya.

Untuk wilayah Kabupaten Cianjur, distribusi BBM dipasok dari Terminal BBM Padalarang. Dari terminal tersebut, bahan bakar kemudian disalurkan ke sejumlah SPBU menggunakan mobil tangki.

Susanto menyebut, hingga saat ini proses distribusi BBM ke SPBU berjalan normal tanpa kendala berarti. Meski wilayah Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir kerap diguyur hujan, kondisi tersebut tidak sampai menghambat jalur distribusi.

“Dalam tiga minggu terakhir tidak ada laporan bencana yang menghambat distribusi BBM. Pasokan mobil tangki ke SPBU berjalan normal,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan konsumsi energi menjelang arus mudik, Pertamina juga telah melakukan penguatan stok di sejumlah SPBU.

Susanto memperkirakan permintaan BBM akan mulai meningkat pada pertengahan Maret 2026 seiring dimulainya pergerakan masyarakat untuk mudik.

“Kami sudah melakukan build up atau penguatan stok di SPBU karena diperkirakan akan terjadi peningkatan permintaan sekitar tanggal 13 hingga 20 Maret saat arus mudik mulai meningkat,” ungkapnya.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Masyarakat diminta membeli bahan bakar sesuai kebutuhan.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menimbun BBM, terutama BBM subsidi, karena tindakan tersebut dapat merugikan masyarakat luas dan melanggar ketentuan yang berlaku.

“Kami mengimbau masyarakat membeli BBM secukupnya sesuai kebutuhan. Jangan menimbun, terutama BBM subsidi, karena itu merupakan pelanggaran dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Pertamina memastikan seluruh rantai distribusi energi dari hulu hingga hilir terus dipantau secara terpadu agar ketersediaan pasokan bagi masyarakat tetap terjaga.

“Pertamina merupakan perusahaan energi terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga seluruh pergerakan stok dapat dimonitor dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Moch NursidinEditor: Herry Febriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *