CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Peternakan Kesehatan Hewan Dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur mencatat produksi perikanan budidaya mencapai 129.308 ton selama Tahun 2025.
Rinciannya, hasil produksi budidaya ikan Tambak 4.052 ton, Kolam Air Tenang (KAT) 59.737 ton, Sawah 3.403 ton, Keramba 21,6 ton, Kolam Air Deras (KAD) 39,45 ton dan Kolam Jaring Apung (KJA) 62.116 ton.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya DPKHP Kabupaten Cianjur, Yusuf Tatang Johari, mengatakan, mayoritas produksi ikan di Kabupaten Cianjur terdiri dari jenis Lele, Mas, Nila, Udang Vaname, Gurame, Patin serta Bawal.
“Paling tertinggi ikan mas di angka 49.153 ton,” ungkapnya kepada Cianjur Ekspres, Rabu 11 Maret 2026.
Menurutnya, Kabupaten Cianjur merupakan salah satu penyumbang produksi perikanan budidaya secara nasional dengan pasar sentralnya wilayah Jabodetabek, serta Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Termasuk untuk pasar lokal di Jawa Barat, Bandung dan Cianjur,” kata pria yang akrab disapa Yustang tersebut.
Sementara itu tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Cianjur pada Tahun 2025 mencapai 19,26 kg/kapita atau sekitar 45 ribu ton. Sehingga kata Yusuf, mengalami surplus jika dibandingkan dengan total produksi 129.308 ton.
“Untuk mendongkrak konsumsi ikan di masyarakat, kita lakukan kegiatan sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dari anak-anak sampai ke dewasa,” ucap Yusuf.
Termasuk melaksanakan bazar hasil produk olahan ikan bekerjasama dengan provinsi sebulan sekali, dan pada momen-momen khusus di Kabupaten Cianjur.
“Supaya ada daya tarik atau minat bagi masyarakat untuk mau mengkonsumsi ikan,” kata Yusuf.












