Satpol PP Cianjur Intensifkan Pengawasan Aktivitas Usaha Selama Ramadan

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo.(Dok Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas usaha selama bulan suci Ramadan. Hingga saat ini, pelanggaran yang ditemukan masih bersifat ringan dan hanya diberikan teguran.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo, mengatakan, sejak awal Ramadan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada berbagai pihak untuk menjaga kondusifitas selama bulan suci.

“Kita pada saat awal puasa sudah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan ke enam pihak, ada tokoh masyarakat, tokoh agama, APH, camat, dan seluruh stakeholder terkait. Intinya untuk menjaga kehidupan bulan suci Ramadan, khususnya bagi para pelaku usaha agar menyesuaikan dengan waktu buka pada sore hari,” kata Djoko kepada Cianjur Ekspres, Sabtu 7 Maret 2026.

Dia menjelaskan, para camat juga diminta menginstruksikan kepala seksi ketenteraman dan ketertiban (kasi trantib) serta anggota Satpol PP di kecamatan untuk melakukan monitoring di wilayah masing-masing.

“Para camat kita minta agar kasi trantib dan anggota Satpol PP di kecamatan melaksanakan monitoring. Sejauh ini di lapangan memang ada beberapa temuan, tapi sifatnya masih bisa ditoleransi,” ujarnya.

Menurut Djoko, beberapa tempat makan yang ditemukan masih beroperasi pada siang hari umumnya hanya melayani pesanan untuk dibungkus.

“Yang pernah kita temukan adalah tempat makan yang dikondisikan untuk dibungkus. Sehingga masih bisa diberikan toleransi,” ucapnya.

Dia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum memberikan sanksi berat kepada pelaku usaha yang melanggar, karena mayoritas masih bersikap kooperatif.

“Adapun yang lainnya kita sejauh ini belum pada tahapan sanksi yang berat, masih berupa teguran. Biasanya yang kita temukan jam bukanya yang tidak sesuai ketentuan, tapi pada intinya mereka kooperatif,” katanya.

Selain pengawasan terhadap pelaku usaha, Satpol PP juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kekhusyukan Ramadan.

“Kita juga mengimbau masyarakat sama-sama menjaga, karena ini bulan suci umat Islam. Jadi tidak hanya aparat, tetapi semua stakeholder baik masyarakat, pemerintah maupun pelaku usaha harus bersama-sama menjaga,” tuturnya.

Djoko mengatakan, pengawasan tersebut akan terus dilakukan selama Ramadan.
Beberapa waktu lalu pihaknya juga melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi di wilayah Cipanas yang diduga menjual makanan pada siang hari.

Selain itu, Satpol PP juga melaksanakan razia minuman keras (miras) sebagai bagian dari operasi rutin.

“Kemarin kita juga melakukan razia miras yang merupakan salah satu operasi rutin kita. Alhamdulillah direspons positif oleh tokoh masyarakat, juga dibantu Polsek dan Koramil,” katanya.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), patroli rutin juga dilakukan baik oleh Satpol PP maupun secara gabungan dengan aparat lain.

“Untuk patroli dalam kota kita rutin. Kalau gabungan kita setiap malam Minggu bersama tim Samapta Polres, Polisi Militer, dan Kodim, dengan apel di Polres Cianjur,” jelasnya.

Sasaran patroli tersebut di antaranya titik-titik strategis di dalam kota serta tempat hiburan malam.

“Kalau patroli rutin Satpol PP di titik-titik strategis. Sementara patroli gabungan kemarin menyasar tempat hiburan malam. Saat dicek ke lapangan semuanya tutup, hanya ada yang memperbaiki sound tapi tidak membuka tempat hiburan,” ungkapnya.

Dia menegaskan, apabila ditemukan tempat hiburan malam yang tetap beroperasi selama Ramadan, pihaknya akan mengambil tindakan sesuai aturan.

“Kita pastikan kalau ada yang buka tentu akan ditindak, karena patroli juga melibatkan PPNS dan unit Reskrim. Sejauh ini masih dalam kondisi kondusif,” pungkasnya.

Djoko juga berharap seluruh unsur pemerintah hingga tingkat desa dapat berperan aktif menjaga suasana Ramadan tetap tertib dan kondusif.

“Diharapkan juga setiap wilayah, baik camat maupun kepala desa, ikut berperan aktif menjaga kekhidmatan bulan suci Ramadan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *