BPBD Cianjur Catat Empat Bencana Alam di Tiga Kecamatan Selama Februari 2026

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat ada empat kejadian bencana alam selama satu pekan terakhir dan membuat dua hektar sawah rusak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat ada empat kejadian bencana alam selama satu pekan terakhir dan membuat dua hektar sawah rusak.(BPBD Cianjur)

CIANJUREKSPRES.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat ada empat kejadian bencana alam akibat hujan dengan intensitas yang cukup tinggi selama Februari 2026.

Dampak yang ditimbulkan tidak hanya merusak areal persawahan, namun juga rumah warga.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur dan diperkirakan akan terjadi hingga beberapa pekan ke depan.

“Akibat hujan dengan intensitas yang cukup tinggi tersebut selama Februari 2026 tercatat ada empat kejadian tanah longsor dan banjir di tiga kecamatan,” katanya, Rabu 25 Februari 2026.

Dari empat laporan bencana alam tersebut lanjut dia, diantaranya tanah longsor di Kampung Bojongsawah RT 03/RW 09, Desa Cisarandi, Kecamatan Warungkondang, dan di empat desa Kecamatan Cikalongkulon.

“Tanah longsor di Warungkondang tidak ada yang terdampak. Sedangkan di Cikalongkulon ada empat desa yang terdampak, yaitu Desa Cijagang, Mekarjaya, Mentengsari, Mekargalih. Tanah longsor merusak saluran irigasi hingga menutupi jalan,” katanya.

Dia mengatakan, bencana alam tanah longsor juga terjadi di Desa Cibanggala, Kecamatan Campakamulya yang membuat satu rumah warga rusak ringan, dan satu terancam serta dua hektar sawah rusak.

“Untuk rumah warga yang rusak dan terancam serta dua hektar sawah yang terdampak itu terjadi di Kampung Bunisari RT 07/RW 02. Sedangkan saluran irigasi dan jalan tertimbun tanah longsor yaitu di Kampung Neundeut dan Citamiang,” kata Asep.

Dia menambahkan, tidak ada korban jiwa atau luka dari empat kejadian bencana alam tersebut. Namun beberapa jiwa harus mengungsi ke rumah kerabat dan keluarganya terdekat.

“Kami meminta masyarakat terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana alam untuk tetap waspada, sebab potensi tanah longsor dan pergerakan tanah masih bisa terjadi, karena hujan masih akan terjadi,” tegas Asep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *