CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan Dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, memastikan anjing liar yang menggigit seorang anak di Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka negatif rabies berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Veteriner Kementerian Pertanian di Kabupaten Subang.
Kepala DPKHP Kabupaten Cianjur, Iwan Setiawan, mengatakan, setelah menerima laporan kejadian tersebut pihaknya langsung turun ke lokasi dan mengambil sampel otak anjing liar yang sudah mati.
“Kita kirim ke lab, dan hasilnya negatif rabies. Tujuh ekor (anjing liar,red) yang menggigit anak sekolah hasilnya negatif (rabies,red),” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Minggu 1 Februari 2026.
Berkaca dari kejadian tersebut, Iwan mengimbau kepada warga yang memelihara hewan anjing untuk benar-benar memperhatikan keamanan dan kesehatannya dengan rutin melakukan vaksinasi rabies.
“Kita setahun dua kali kegiatan vaksinasi rabies, biasanya Maret dan Oktober,” katanya.
Dia mengungkapkan, DPKHP Kabupaten Cianjur memiliki program Pamariosan Sasatoan (PamirSa) atau pemeriksaan kesehatan hewan yang tersebar di sejumlah lokasi.
“Bagi warga yang (hewan peliharaannya,red) ingin di vaksin, silahkan kita ada di Car Free Day City Mall, Car Free Day Cipanas, di tujuh kantor UPTD, dan Kantor Dinas,” kata Iwan.
Lebih lanjut Iwan menegaskan, bahwa vaksinasi rabies sama sekali tidak akan mempengaruhi kekuatan dari hewan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, seorang anak berusia tujuh tahun di Kampung Cilum RT 02/RW 03 Dusun Cilum, Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit usai digigit anjing liar.
Informasi yang dihimpun Cianjur Ekspres, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (29/1) sekitar pukul 12.30 WIB. Korban berinisial CS.
Kepala Desa Mekarjaya, Ahmad Saepudin, menjelaskan, kejadian berawal saat korban pulang dari sekolah dengan berjalan kaki, dan ketika menuju rumahnya ada sekitar delapan anjing liar yang berkerumun.
“Otomatis si korban ketakutan, lari di kejar lalu jatuh, dan dikerumuni anjing lalu di gigit badannya,” katanya.
Menurutnya, korban ditolong oleh tetangga yang melihat kejadian tersebut. Korban pun mengalami luka-luka di bagian kaki, badan dan muka.
Ahmad mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut dari kepala dusun yang kebetulan sedang ada di kantor desa bersama dirinya.
“Saya langsung bergerak beserta perangkat desa untuk memberikan pertolongan pertama dengan menyiapkan ambulan dari TKP (tempat kejadian perkara) ke Puskesmas, yang kemudian langsung dirujuk ke RSUD Cianjur,” katanya.
Ahmad mengungkapkan, biaya pengobatan anak tersebut sudah di cover oleh BPJS Kesehatan. “Kondisi korban alhamdulillah sudah membaik, dan malam tadi langsung diizinkan untuk pulang,” katanya.
Lebih lanjut Ahmad mengatakan, pihaknya bersama dengan masyarakat setempat sudah membunuh dan mengubur anjing liar yang mencederai dan mencelakai anak kecil tersebut.












