Lampaui Target, Penyerapan Gabah Bulog Cianjur Tembus 52,7 Ribu Ton

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Cianjur, M Azwar Fuad (kiri) saat menghadiri panen raya di Kabupaten Sukabumi. Bulog Kancab Cianjur berhasil menyerap gabah petani melampaui target hingga 158,95 persen.(Foto : Dok. Bulog Kancab Cianjur)

CIANJUREKSPRES.ID – Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Cianjur berhasil melampaui target penyerapan gabah petani atau pengadaan setara beras tahun 2026 dengan realisasi mencapai 52.777.526 kilogram atau 158,95 persen dari target sebesar 33.202.841 kilogram.

Keberhasilan ini tidak hanya sebagai bukti kinerja pengadaan dari Bulog, melainkan cerminan dari Bulog dalam mendukung petani, menyerap hasil panen dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur, M Azwar Fuad mengungkapkan, berdasarkan data hasil dari realisasi capaian penyerapan gabah petani per Januari-Oktober 2026, Bulog Kancab Cianjur yang meliputi wialayah Cianjur, Kota/Kabupaten Sukabumi telah berhasil melampaui target yang ditetapkan.

“Alhamdulillah, Bulog Kancab Cianjur telah berhasil melampaui target penyerapan gabah atau pengadaan setara beras tahun ini dengan realisasi mencapai 158,95 persen atau sebesar 52.777.526 kilogram dari target sebesar 33.202.841 kilogram,” katanya belum lama ini.

Meski berhasil melakukan penyerapan gabah petani melampau dari target yang ditetapkan, menurut M Azwar, bulog masih terus melakukan penyerapan gabah petani hingga akhir Desember 2026.

“Tidak menjadi halangan bagi kami meski target sudah tercapai, kami akan tetap melakukan penyerapan gabah petani ini hingga akhir tahun. Demikian juga tahun berikutnya kami tetap komitmen mendukung petani khususnya diwilayah Cianjur dan Kota/Kabupaten Sukabumi,” paparnya.

M Azwar menegaskan, akan terus memperkuat sinergi dengan petani, kelompok tani, penggilingan padi, serta para pemangku kepentingan terkait sebagai upaya menjaga keberlanjutan penyerapan.

“Langkah ini perlu kita lakukan sebagai bentuk optimalisasi penyerapan hasil panen serta memperluas jangkauan pengadaan dalam mendukung kepastian pasar bagi petani,” tegasnya.

Pihaknya berharap, dengan penyerapan gabah yang dilakukan Bulog tidak lagi ada petani yang menjadi korban praktik yang tidak bertanggungjawab terutama mengani harga jual gabah.

“Mudah-mudahan petani kita tidak lagi kesulitan dalam melakukan penjualan hasil panen, karena kami Bulog siap melakukan penyerapan dengan harga yang telah ditetapkan pemerintaha,” pungkasnya. (sri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *