Banjir Nepal dan Tibet, 804 Orang Meninggal dan Ribuan Masih Hilang

Banjir Nepal dan Tibet, 804 Orang Meninggal dan Ribuan Masih Hilang
Banjir Nepal dan Tibet, 804 Orang Meninggal dan Ribuan Masih Hilang

CIANJUREKSPRES.ID- Banjir bandang dan longsor yang menerjang kawasan Himalaya di Nepal dan Tibet menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Hingga Minggu, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut telah mencapai 804 orang di Nepal dan Tibet.

Ratusan jenazah ditemukan setelah terbawa arus deras maupun tertimbun lumpur tebal. Kondisi sejumlah korban menyulitkan petugas melakukan identifikasi. Di sisi lain, kapasitas kamar jenazah di berbagai wilayah Nepal mulai penuh sehingga pemerintah harus mengambil langkah darurat.

Di Bharatpur, jenazah korban mulai dimakamkan sementara. Sebelum proses pemakaman, petugas mengambil sampel DNA dari setiap jenazah dan memberikan tanda serta nomor lokasi. Jenazah kemudian ditempatkan di dalam kantong dan dimakamkan di liang dangkal.

Langkah tersebut dilakukan agar korban tetap dapat diidentifikasi apabila keluarga datang mencari anggota keluarganya. Jika identitas berhasil diketahui melalui pemeriksaan DNA, jenazah dapat diambil kembali untuk menjalani prosesi pemakaman sesuai tradisi keluarga.

Sementara itu, di wilayah Chitwan, lebih dari 250 jenazah telah ditemukan di sepanjang tepian sungai. Namun, baru sebagian kecil yang berhasil diidentifikasi karena kondisi tubuh korban mengalami kerusakan parah.

Petugas juga menggunakan foto jenazah untuk membantu proses identifikasi. Keluarga korban diminta memperhatikan ciri-ciri seperti kalung, cincin, tato, atau bekas luka yang dapat membantu mengenali anggota keluarga mereka.

Situasi semakin mengkhawatirkan karena lebih dari 3.000 orang masih dilaporkan hilang di Nepal dan Tibet. Beberapa wilayah terdampak paling parah bahkan belum dapat dijangkau melalui jalur darat dan hanya bisa didatangi menggunakan helikopter militer.

Pemerintah Nepal juga meminta lebih dari 1.000 unit freezer untuk membantu menyimpan jenazah dengan aman.

Di Devighat, tim penyelamat masih melakukan pencarian di rumah-rumah yang tertutup lumpur. Warga yang selamat mulai kembali untuk mengambil barang-barang yang masih tersisa.

Namun, banyak warga memilih meninggalkan kawasan tersebut karena khawatir banjir kembali terjadi. Bencana ini tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan rumah dan menghilangkan sebagian besar harta benda masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *