CIANJUREKSPRES.ID- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dashboard Pangan Jawa Barat merilis data harga rata-rata sejumlah komoditas pangan strategis pada Februari 2026. Data ini menampilkan perkembangan harga beras, minyak goreng, dan tepung terigu yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.
Berdasarkan informasi yang ditampilkan, harga komoditas diambil dari rata-rata pasar di seluruh wilayah Jawa Barat. Masyarakat juga dapat memilih kota/kabupaten serta pasar tertentu untuk memperoleh harga yang lebih akurat sesuai lokasi.
Harga Beras Februari 2026
Komoditas beras menunjukkan variasi harga sesuai kualitas dan jenisnya:
-
Beras Medium: Rp13.303 per kilogram
-
Beras Premium: Rp14.445 per kilogram
Harga beras premium tercatat lebih tinggi seiring kualitas beras yang lebih baik, sementara beras medium masih menjadi pilihan utama masyarakat karena harganya relatif lebih terjangkau.
Harga Minyak Goreng Februari 2026
Untuk komoditas minyak goreng, harga dibedakan berdasarkan jenis dan kemasan:
-
Minyak Goreng Curah: Rp18.998 per liter
-
Minyak Goreng Kemasan: Rp20.154 per liter
-
Minyak Kita: Rp16.863 per kilogram
Minyak Kita masih menjadi opsi minyak goreng dengan harga paling rendah, sejalan dengan program stabilisasi harga bagi masyarakat.
Harga Tepung Terigu Februari 2026
Harga tepung terigu di Jawa Barat relatif stabil dengan perbedaan berdasarkan merek dan jenis:
-
Tepung Terigu Cakra Kembar: Rp12.820 per kilogram
-
Tepung Terigu Curah: Rp10.003 per kilogram
-
Tepung Terigu Kunci Biru: Rp12.000 per kilogram
-
Tepung Terigu Segitiga Biru: Rp12.496 per kilogram
Tepung terigu curah menjadi pilihan paling ekonomis, sedangkan tepung bermerek digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha kuliner tertentu.
Akses Informasi dan Simulasi Belanja
Melalui Dashboard Pangan Jawa Barat, masyarakat dapat memanfaatkan fitur Simulasi Belanja untuk memperkirakan total biaya belanja berdasarkan kota dan pasar yang dipilih. Fitur ini diharapkan membantu perencanaan pengeluaran rumah tangga secara lebih efektif.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong keterbukaan data pangan guna menjaga stabilitas harga serta memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada masyarakat.












