Menag Ajak Jadikan Isra Mikraj Momentum Pertobatan Ekologis dan Kepedulian Lingkungan

Menag Ajak Jadikan Isra Mikraj Momentum Pertobatan Ekologis dan Kepedulian Lingkungan

CIANJUREKSPRES.ID- Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah sebagai momentum untuk melakukan pertobatan ekologis. Ia menegaskan bahwa kesalehan dalam beribadah, seperti salat, tidak boleh dilepaskan dari kesalehan sosial serta tanggung jawab menjaga kelestarian alam.

Ajakan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Peringatan Isra Mikraj Tingkat Kenegaraan yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis malam (15/1/2026). Dalam acara yang mengusung tema “Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Mikraj” itu, Menag menekankan pentingnya pesan agama di tengah maraknya bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Menag menegaskan bahwa manusia sebagai khalifah di bumi memiliki amanah untuk merawat, bukan mengeksploitasi alam secara berlebihan. Oleh karena itu, Isra Mikraj dinilai tepat dijadikan momen refleksi untuk menghentikan praktik perusakan lingkungan dan mulai menghadirkan rahmat bagi seluruh alam semesta.

Ia menjelaskan bahwa Isra Mikraj mengajarkan makna perjalanan spiritual yang tidak berhenti pada dimensi langit, tetapi harus memberikan dampak nyata di bumi. Nabi Muhammad SAW, meskipun telah mencapai puncak spiritual di Sidratul Muntaha, tetap kembali ke bumi untuk menebarkan kebaikan dan rahmat bagi umat manusia.

Menurut Menag, semangat spiritual tersebut seharusnya terwujud dalam tindakan nyata, seperti perilaku hidup bersih, penggunaan air secara bijak, serta kepedulian terhadap lingkungan. Salat yang dilakukan dengan khusyuk, kata dia, semestinya mendorong lahirnya sikap ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Menag juga menyinggung contoh konkret praktik ramah lingkungan dalam ibadah, salah satunya anjuran Nabi Muhammad SAW untuk berhemat air saat berwudu. Ia menyebut Masjid Istiqlal telah menerapkan prinsip tersebut hingga meraih sertifikat internasional EDGE dari Bank Dunia sebagai masjid ramah lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Menag mengajak masyarakat untuk mendoakan sekaligus membantu para korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, musibah tersebut merupakan ujian sekaligus peringatan agar manusia lebih peduli terhadap keseimbangan alam.

Sejalan dengan pandangan Menag, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam penyampaian hikmah Isra Mikraj menegaskan bahwa kerusakan lingkungan merupakan bentuk pengingkaran terhadap amanah kekhalifahan. Ia mengajak umat Islam menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ibadah sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *