CIANJUREKSPRES.ID – Sebanyak 921 lulusan SMP di Kabupaten Cianjur pada 2026 tercatat tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur pun berupaya menelusuri para lulusan tersebut, agar dapat kembali mengakses pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Kabid SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, mengatakan, berdasarkan hasil pendataan yang mengacu pada cut off Dapodik per 31 Agustus 2026, jumlah lulusan SMP tahun ini mencapai 29.961 siswa dari 458 sekolah yang terdata.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 29.040 siswa tercatat melanjutkan pendidikan ke berbagai jenjang. Rinciannya, 10.474 siswa melanjutkan ke SMA, 14.569 siswa ke SMK, 1.620 siswa ke Madrasah Aliyah (MA), dan 1.260 siswa mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C.
Selain itu, terdapat 1.117 siswa yang melanjutkan ke pondok pesantren atau boarding school yang memiliki pendidikan formal. Sementara itu, sebanyak 522 siswa memilih melanjutkan pendidikan di pondok pesantren salafiyah yang tidak memiliki pendidikan formal.
“Kalau dihitung dari jumlah lulusan 29.961 siswa, yang melanjutkan pendidikan sebanyak 29.040 siswa. Sedangkan yang tidak melanjutkan, termasuk yang masuk pesantren tanpa pendidikan formal, jumlahnya 921 siswa,” jelas Ipan kepada Cianjur Sukabumi Ekspres, Senin 28 September 2026.
Menurutnya, jumlah lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian itu tidak terlepas dari upaya sekolah dalam memberikan pemahaman kepada orangtua, mengenai pentingnya keberlanjutan pendidikan bagi anak setelah menyelesaikan jenjang SMP.
Disdikpora juga telah mendorong setiap sekolah untuk menggelar pertemuan dengan orangtua siswa kelas IX, guna memberikan penguatan dan pemahaman tentang manfaat melanjutkan pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting, karena tingkat pendidikan turut memengaruhi peluang lulusan dalam memasuki dunia usaha maupun dunia kerja.
“Ketika anak melanjutkan pendidikan, tentu akan berdampak pada peluang mereka diterima di dunia usaha atau tenaga kerja. Selain itu, juga berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, terutama indikator rata-rata lama sekolah,” kata Ipan.
Untuk menangani lulusan yang belum melanjutkan pendidikan, Disdikpora telah mengantongi data by name by address dan menjalin kerja sama dengan PKBM. Melalui langkah tersebut, para lulusan akan ditelusuri dan diarahkan untuk mengikuti pendidikan kesetaraan di PKBM terdekat sesuai dengan wilayah tempat tinggal masing-masing.
Ipan menegaskan, upaya penelusuran tersebut merupakan bagian dari komitmen Disdikpora agar para lulusan SMP tetap mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan, meskipun tidak melanjutkan ke sekolah formal. Dengan demikian, diharapkan angka anak yang tidak melanjutkan pendidikan di Kabupaten Cianjur dapat terus ditekan pada tahun-tahun mendatang.












