Peralihan Musim Hujan, BPBD Ingatkan Potensi Pergerakan Tanah dan Longsor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur imbau masyarakat waspadai potensi pergerakan tanah dan longsor saat peralihan musim hujan. (Foto : Dok. Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat mewaspadai potensi pergerakan tanah dan longsor, terutama di wilayah yang rawan bencana.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, Samudra Wira Purnama mengatakan, hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Cianjur dalam beberapa hari terakhir.

“Saat ini pun status siaga kekeringan masih berlaku dan berakhir pada Rabu 30 September 2026 nanti, tapi sebagian besar wilayah di Cianjur sudah mulai diguyur hujan dengan intensitas sedang sampai lebat,” ucap Samudra.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya mengimbau masyarakat mewaspadai potensi pergerakan tanah, longsor, banjir, hingga angin kencang, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana.

“Masa peralihan musim kemarau ke hujan, potensi pergerakan tanah dan longsor dapat terjadi. Karena ketika kemarau tanah jadi retak, lalu saat hujan air dapat langsung meresap atau masuk melalui ratakan itu, sehingga bisa memicu tanah longsor dan pergerakan tanah,” papar Samudra.

Samudra mengatakan, pihaknya terus memantau seluruh kecamatan di Kabupaten Cianjur yang memiliki potensi bahaya pergerakan tanah atau longsor saat musim hujan, terutama di wilayah Cianjur selatan yang selama ini sering terjadi bencana longsor.

“Semua, 32 kecamatan kita pantau karena menyimpan potensi bahaya longsor saat musim hujan, terutama yang sering terjadi di wilayah Cianjur selatan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Samudra mengimbau masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk memerhatikan kondisi lingkungan sekitar sehingga potensi bencana dapat diantisipasi lebih awal.

“Tak hanya itu, kami juga meminta masyarakat tidak menebang pohon di lahan yang seharusnya dijaga, karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya longsor,” kata Samudra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *