Bulog Cianjur Gerak Cepat Usut Dugaan Penjualan Bantuan Pangan di Cidaun

Kantoe Perum Bulog Cabang Cianjur di Jalan Dr. Muwardi.(Foto: Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)

CIANJUREKSPRES.ID – Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur langsung gerak cepat dengan menurunkan tim ke lapangan setelah menerima informasi terkait video dugaan penyelewengan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng yang viral di media sosial di Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung memerintahkan koordinator wilayah dan tim untuk turun ke lapangan guna mengklarifikasi serta mencari tahu permasalahan yang sebenarnya,” ujar Kepala Perum Bulog Cabang Cianjur, Muhammad Azwar Fuad, Kamis 25 Juni 2026.

Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil penelusuran menunjukkan telah dilakukan mediasi dan musyawarah yang melibatkan pemerintah desa, Forkopimcam, kepolisian, warga, serta pihak yang diduga terlibat.

“Dari hasil mediasi, oknum (perangkat desa,red) tersebut mengakui memang ada rencana menjual sebagian bantuan pangan yang tersisa. Namun, bantuan tersebut belum sempat di jual karena terlebih dahulu diketahui oleh warga,” kata Azwar.

Azwar menjelaskan, bantuan yang hendak dijual merupakan sisa kuota dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tercatat telah meninggal dunia atau pindah domisili. Sesuai prosedur, bantuan tersebut seharusnya dialihkan kepada keluarga inti atau penerima cadangan.

“Seharusnya bantuan itu dialihkan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun, diduga ada upaya merekayasa data seolah-olah bantuan sudah diambil oleh penerima, padahal rencananya akan dijual,” jelasnya.

Azwar memastikan seluruh bantuan pangan tersebut masih utuh dan belum berpindah tangan. Menurutnya, bantuan yang sempat diamankan itu akan kembali disalurkan sesuai prosedur yang berlaku.

“Jumlahnya sekitar 137 KPM. Komitmennya, bantuan tersebut akan kembali disalurkan kepada penerima yang berhak pada 27 atau 28 Juni mendatang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Azwar mengatakan, bahwa ada dugaan penggantian kemasan beras bantuan ke dalam karung polos agar tidak mudah dikenali.

“Memang ada informasi bantuan dipindahkan ke karung polos. Kemungkinan agar tidak diketahui, karena pada kemasan asli terdapat tulisan bantuan pangan dan tidak untuk diperjualbelikan,” katanya.

Perum Bulog Cabang Cianjur pun melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali dengan memperketat pengawasan penyaluran bantuan pangan. Termasuk meningkatkan koordinasi dengan aparat TNI dan Polri.

“Kami bekerja sama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendampingan saat penyaluran. Selain itu, monitoring dan evaluasi akan lebih dirutinkan, terutama di desa-desa yang telah menerima bantuan,” kata Azwar.

Diberitakan sebelumnya, Kantor Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur diontrog warga, Selasa (23/6). Kedatangan warga tidak lain bermula setelah adanya temuan dugaan ketidaksesuaian dalam penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak dari pemerintah melalui Bulog.

Temuan tersebut kemudian memicu aksi protes warga yang berujung pada audiensi bersama pemerintah desa dan unsur Forkopimcam Cidaun.(Cr2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *