CIANJUREKSPRES.ID – Praktik mengusir ular dengan menaburkan garam masih banyak dilakukan warga, terutama saat musim hujan ketika hewan melata itu lebih sering memasuki permukiman.
Muhammad Panji atau yang akrab disapa Panji Petualang menegaskan cara tersebut keliru dan tidak berdampak apa pun terhadap ular.
Panji menyebut, garam tidak memiliki efek pada tubuh ular, berbeda dengan anggapan masyarakat selama ini.
“Faktanya, garam itu tidak berpengaruh sama sekali. Bahkan bukan hanya tidak terlalu berpengaruh, tapi memang betul-betul tidak berpengaruh untuk ular,” kata Panji kepada Cianjur Ekspres.
Menurutnya, hal itu terjadi karena ular adalah hewan bersisik yang tidak memiliki pori-pori, sehingga tubuhnya tidak bereaksi terhadap garam.
“Garam itu tidak menyebabkan sakit atau perih. Ular bukan moluska seperti keong atau katak. Jadi kalau kena garam, dia biasa-biasa saja,” katanya.
Utamakan Menjaga Kebersihan
Panji menjelaskan, ular umumnya masuk ke rumah bukan karena mencari tempat tinggal, melainkan mengikuti jejak tikus, mangsa alaminya.
“Ular itu datang karena mencium bau urin tikus. Kalau rumah kita bersih, tidak ada tikus, ular tidak akan masuk,” katanya.
Karena itu, dia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, apalagi kalau sedang memasuki musim cuaca hujan seperti akhir-akhir ini.
“Rumah harus bersih dari rumput, tumpukan barang bekas, dan hal-hal yang bisa mengundang tikus masuk. Kalau tidak ada tikus, tidak ada ular,” katanya.
Gunakan Kamper
Panji menegaskan bahwa ada cara yang terbukti lebih efektif dibanding garam, yaitu menggunakan kamper/kapur barus atau cairan karbol.
“Ular tidak suka dengan bau menyengat dari kamper. Karena mereka mencium bau menggunakan lidah lewat organ Jacobson. Kalau yang tercium bau kamper, bukan bau tikus, mereka akan pergi,” katanya.
Selain kamper, cairan pel seperti karbol juga bisa digunakan. “Selain itu, cairan buat ngepel juga bisa kaya wipol gitu,” katanya.
Jangan Panik
Jika ular terlanjur masuk ke rumah, Panji mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak bertindak gegabah.
“Jangan panik. Hubungi call center rescuer atau Damkar. Mereka siap membantu,” katanya.
Dia juga menepis anggapan ular yang masuk rumah pasti bersarang di dalamnya.
“Ular itu tidak teritorial. Mereka datang untuk mencari tikus. Kalau tidak ada makanan, mereka pergi lagi,” pungkasnya.












