Tak Bisa Hanya Mengandalkan Bansos, Pemkab Cianjur Harus Perkuat Strategi Pemberdayaan Ekonomi Kurangi Angka Kemiskinan

Pemerhati Ekonomi Daerah Cianjur, Irfan Sophan Himawan.(Dok Pribadi Irfan Sophan Himawan)
Pemerhati Ekonomi Daerah Cianjur, Irfan Sophan Himawan.(Dok Pribadi Irfan Sophan Himawan)

CIANJUREKSPRES.ID – Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kabupaten Cianjur mencatat terdapat 96.544 keluarga atau 299.066 jiwa yang masuk kategori miskin ekstrem. Pemerintah Pusat dan Kabupaten Cianjur pun terus melakukan intervensi dengan sejumlah program bantuan sosial (bansos) dan lainnya.

Menanggapi hal ini, Pemerhati Ekonomi Daerah Cianjur, Irfan Sophan Himawan, menegaskan, bahwa upaya untuk menekan dan mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Cianjur tentu tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial.

“Bansos memang penting sebagai jaring pengaman sosial agar kebutuhan dasar masyarakat miskin terpenuhi. Namun, untuk mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan, strategi pemberdayaan ekonomi harus diperkuat,” katanya kepada Cianjur Ekspres dalam keterangan tertulisnya, Senin 22 Desember 2025.

Irfan mengungkapkan, berdasarkan data BPS tingkat kemiskinan Kabupaten Cianjur pada tahun 2024 masih sekitar 10,14 persen penduduk. Sementara itu, kemiskinan ekstrem menurut laporan Pemkab Cianjur berhasil ditekan hingga 0,51 persen pada tahun 2024.

” Angka ini menunjukkan bahwa intervensi yang terukur mampu memberikan hasil,” ujarnya.

Menurutnya, ke depan langkah prioritas pemerintah daerah perlu diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan pasar, peningkatan daya saing UMKM, akses pembiayaan mikro, serta pembangunan infrastruktur ekonomi desa.

“Upaya tersebut perlu ditopang perencanaan terpadu berbasis data, melalui penguatan koordinasi lintas OPD dan evaluasi berkala kinerja program,” ucap Irfan.

Irfan berharap, dengan kombinasi antara perlindungan sosial melalui bansos dan pemberdayaan ekonomi produktif yang terencana, upaya pengentasan kemiskinan di Cianjur akan lebih efektif dan berkelanjutan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *