CIANJUREKSPRES.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0608/Cianjur di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, resmi ditutup setelah berlangsung selama kurang lebih satu bulan.
Penutupan dihadiri Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana Bogor Brigjen TNI Thomas Rajunio bersama jajaran TNI, pemerintah daerah, Polri dan masyarakat.
Danrem 061/Suryakancana Bogor, Brigjen TNI Thomas Rajunio mengatakan, pelaksanaan TMMD Ke-129 merupakan bentuk kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, Polri dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Tidak lain dan tidak bukan ini adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dengan kami, kemudian dibantu rekan-rekan dari Polri untuk sepenuhnya kemaslahatan rakyat,” kata Thomas saat menghadiri penutupan TMMD Ke-129 di Desa Mekarmukti, Kamis 13 Agustus 2026.
Thomas menjelaskan, TMMD Ke-129 Tahun 2026 dilaksanakan di empat wilayah jajaran Kodam III/Siliwangi. Salah satunya berada di wilayah Korem 061/Suryakancana melalui Kodim 0608/Cianjur.
Dia menyebutkan, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, sasaran fisik maupun nonfisik TMMD di Desa Mekarmukti telah dilaksanakan sesuai dengan target yang ditetapkan. Bahkan, pengawasan dari tingkat pusat saat program berlangsung juga menyatakan pelaksanaan TMMD berjalan sesuai standar.
“Pada hari ke-20 sekian sudah ada pengawasan dari pusat dan dinyatakan sesuai dengan standar yang kita inginkan,” ujarnya.
Menurut Thomas, TMMD tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan sumber daya manusia. Sejumlah program turut dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, di antaranya pipanisasi dan pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu).
“Memang satu bulan ini waktu yang cukup singkat. Tetapi ini sudah kita bicarakan sejak April bersama pemerintah daerah. Jadi kita harapkan dalam waktu 30 hari itu apa sasaran dan target yang bisa kita capai,” katanya.
“Bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia. Itu yang paling kita inginkan,” tambahnya.
Sementara itu, Dandim 0608/Cianjur Letkol Inf. Bistok Barry Simarmata, mengatakan, pelaksanaan TMMD merupakan hasil kolaborasi TNI, pemerintah daerah, masyarakat dan seluruh elemen dalam menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan di Desa Mekarmukti.
Sejumlah sasaran fisik yang dikerjakan meliputi betonisasi jalan, pengaspalan, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), MCK, serta pembangunan dan perbaikan rumah masyarakat.
Menurutnya, hasil pembangunan tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses dan mobilitas warga.
“Intinya semua yang menikmati adalah masyarakat dan untuk kebaikan masyarakat. Terima kasih juga kepada Pak Bupati yang sudah mendukung,” ujarnya.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian mengapresiasi jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, seluruh instansi dan masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan TMMD di Desa Mekarmukti.
Dia mengatakan, pembangunan jalan melalui program TMMD memberikan perubahan signifikan terhadap akses masyarakat yang sebelumnya terkendala kondisi jalan.
“Sebelumnya pembangunan jalan ini masih belum tersentuh sedikit pun. Alhamdulillah dengan program TMMD yang dikerjasamakan dengan pemerintah daerah, sekarang terwujud jalan yang bisa dilalui dengan lancar,” katanya.
Meski demikian, Wahyu mengakui masih banyak ruas jalan di Kabupaten Cianjur yang membutuhkan perbaikan. Pemerintah daerah akan terus melakukan pembangunan secara bertahap dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami menyadari masih terdapat banyak ruas jalan lainnya yang perlu kita perbaiki. Insyaallah bersama-sama seluruh stakeholder, kami akan bergotong royong untuk melakukan pembangunan di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.
“Doakan ruas jalan yang lain, insyaallah menyusul secepatnya,” pungkasnya.
Ketua RT 08/RW 03 Kampung Citamiang, Desa Mekarmukti, Alo Supriatma (55), mengaku warganya telah puluhan tahun menghadapi kondisi jalan yang rusak parah. Bahkan, upaya pengajuan perbaikan telah dilakukan sejak lama, namun baru terealisasi melalui program TMMD.
“Dulu jalan rusak, masyarakat harus berjalan kaki. Memang pernah diaspal, tapi kondisinya tetap jelek. Sekarang melihat mobil molen datang dan banyak orang bekerja saja kami sudah sangat senang,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Kamis 13 Agustus 2026.
Menurut Alo, jalan yang rusak selama ini menghambat aktivitas warga, terutama petani. Saat musim hujan, genangan air di jalan bisa mencapai lutut sehingga banyak warga, termasuk anak-anak, terjatuh hingga mengalami luka.
Dia menuturkan, akses menuju fasilitas kesehatan pun menjadi sulit. Kondisi tersebut membuat warga khawatir ketika ada masyarakat yang sakit atau ibu hamil yang akan melahirkan.
“Kalau ada warga sakit susah ke fasilitas kesehatan karena jalannya jelek. Kami juga khawatir kalau ada yang mau melahirkan. Harapan kami jalan ini selesai agar ekonomi masyarakat juga maju,” katanya.
Alo yang sehari-hari bekerja serabutan sebagai petani menjelaskan, hasil pertanian selama ini sulit dipasarkan karena kendaraan pengangkut kesulitan melintasi jalan. Truk pengangkut sayuran berkapasitas tujuh ton hanya bisa masuk seminggu dua kali.
“Kalau jalannya bagus, sayuran bisa dijual setiap hari. Selama ini warga juga belanja dua minggu sekali karena harus memperhitungkan ongkos dan sulitnya akses,” ungkapnya.
Selain pembangunan jalan, warga juga merasakan manfaat program Rutilahu dan pembangunan MCK. Di wilayahnya terdapat dua rumah yang mendapat bantuan Rutilahu dari total 65 kepala keluarga.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat tepat sasaran karena penerimanya merupakan warga dengan pekerjaan serabutan yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
“Sebelum dibangun memang rumahnya sangat mengkhawatirkan. Dari dulu kami mengajukan bantuan ke pemerintah, bahkan sejak zaman Presiden Megawati, tapi baru sekarang terwujud. Alhamdulillah desa kami terpilih,” katanya.












