CIANJUREKSPRES.ID – SMP Al-Ma’moen Cianjur masih membuka penerimaan peserta didik baru (SPMB) hingga 30 Agustus 2026. Sekolah swasta tersebut memberi kesempatan bagi calon siswa yang belum diterima di sekolah negeri maupun yang belum sempat mendaftar.
Kepala SMP Al-Ma’moen, Dede Muharamsyah, mengatakan, hingga saat ini jumlah pendaftar melalui sistem online yang menjadikan SMP Al-Ma’moen sebagai pilihan kedua mencapai 798 orang. Namun, peserta yang sudah melakukan daftar ulang baru sebanyak 136 orang.
“Yang daftar via online terutama yang pilihan kedua ada 798 yang sudah daftar menggunakan aplikasi SPMB. Yang sudah daftar ulang baru 136 orang, jadi masih jauh dari kuota yang disediakan SMP Al-Ma’moen,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Jumat 26 Juni 2026.
Dia menjelaskan, sekolah menyediakan kuota sebanyak 256 siswa yang terbagi dalam delapan rombongan belajar, masing-masing berisi 32 siswa.
Menurut Dede, proses daftar ulang untuk peserta yang akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan hingga 9 Juli 2026. Selanjutnya, MPLS akan dilaksanakan pada 13–17 Juli 2026.
Meski demikian, penerimaan peserta didik baru tetap dibuka setelah MPLS berakhir. Hal itu dilakukan untuk mengakomodasi calon siswa yang tidak diterima di sekolah negeri, atau baru memutuskan bersekolah setelah pelaksanaan MPLS.
“Karena setelah itu kita masih menerima anak-anak yang mungkin tidak diterima di negeri. Batas akhir masuk ke data Dapodik adalah 30 Agustus, jadi sampai tanggal itu kita masih memungkinkan menerima peserta didik baru,” kata Dede.
Dede menilai pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Namun, tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri, terutama di wilayah perkotaan, membuat sebagian besar calon siswa menjadikan sekolah negeri sebagai pilihan utama.
“Pilihan pertama mereka umumnya ke sekolah negeri favorit seperti SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 4 Cianjur. Setelah itu baru memilih Al-Ma’moen sebagai pilihan kedua,” ucapnya.
Dede menambahkan, sosialisasi penerimaan peserta didik baru terus dilakukan, terutama melalui media sosial. Menurutnya, tujuan utama bukan hanya memenuhi kuota sekolah, tetapi juga mencegah bertambahnya angka Anak Tidak Sekolah (ATS).
“Kami ingin memastikan jangan sampai anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri akhirnya tidak melanjutkan pendidikan. Karena itu kami tetap membuka layanan penerimaan sampai 30 Agustus,” katanya.
Untuk siswa yang mendaftar setelah MPLS selesai, sekolah akan memberikan kegiatan pengenalan lingkungan secara susulan apabila sebelumnya belum pernah mengikuti MPLS di sekolah lain.
Pada tahun ini, lanjut Dede, pelaksanaan MPLS mengusung konsep MPLS Ramah yang menitikberatkan pada terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik baru.
Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) serta Save the Children melalui enam modul pembelajaran Choice yang akan diberikan selama MPLS.
Selain peserta didik, orang tua juga akan dilibatkan melalui materi tentang pengasuhan positif, agar tercipta sinergi antara pendidikan di sekolah dan di rumah.
“Dengan MPLS Ramah ini diharapkan anak-anak merasa aman, nyaman, dan lebih cepat beradaptasi di lingkungan sekolah yang baru,” pungkasnya.












