Polres Cianjur Selidiki Penyebab Kebakaran di Gunung Gede

Jajaran Polres Cianjur mulai menelusuri penyebab kebakaran yang melanda kawasan Gunung Gede. (Foto : Cianjur Ekspres/Moch. Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Jajaran Polres Cianjur mulai menelusuri penyebab kebakaran yang melanda kawasan Gunung Gede. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran, apakah dipicu faktor alam akibat kondisi musim kemarau atau terdapat unsur kelalaian maupun kesengajaan manusia.

Kapolres Cianjur, AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi, mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang memiliki tanggung jawab dalam pemantauan kawasan tersebut.

Menurutnya, pemeriksaan awal difokuskan pada mekanisme pemantauan kawasan, termasuk bagaimana kebakaran pertama kali diketahui dan langkah yang dilakukan setelah munculnya titik api.

“Yang kami ambil keterangan baru pihak yang memang bertanggung jawab terhadap pemantauan. Kami menanyakan bagaimana pemantauan dan segala macam. Mengarah kepada siapa yang harus bertanggung jawab, proses sedang berjalan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu 12 Agustus 2026.

Kapolres menegaskan, kepolisian tidak menutup kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa kebakaran tersebut. Apabila hasil penyelidikan menemukan adanya kelalaian atau tindakan sengaja yang menyebabkan kebakaran, proses hukum akan dilakukan.

“Kalau memang ada yang harus bertanggung jawab terhadap terjadinya kebakaran karena kelalaiannya atau bahkan karena kesengajaannya, kami akan lakukan penegakan hukum. Hukum bukan hanya harus hadir, tetapi hukum harus tegak,” tegasnya.

Kebakaran yang terjadi di kawasan TNGGP tersebut diperkirakan telah berdampak terhadap area seluas sekitar 20 hektare. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi sekaligus faktor yang menjadi pemicu kebakaran.

Selain menyelidiki penyebab kebakaran, Polres Cianjur juga memperkuat langkah pencegahan selama musim kemarau. Hampir 700 personel disiagakan di tingkat Polres dan Polsek jajaran, termasuk dengan melibatkan personel Batalyon B Brimob Polda Jawa Barat.

Alex mengatakan, pengerahan personel tersebut lebih diarahkan pada upaya pencegahan agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.

“Kami siagakan hampir 700 personel. Kami harapkan perlengkapan dan personel tersebut tidak perlu melakukan pemadaman. Upaya preemtif dan preventif terhadap kegiatan yang dapat menyebabkan kebakaran harus kita cegah,” katanya.

Menurut Alex, kondisi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino diperkirakan cukup berat dan berlangsung panjang. Situasi tersebut dinilai meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan sehingga membutuhkan kesiapan lintas sektor.

“Cianjur akan bergerak sebagai sebuah keluarga, bukan hanya sebagai sebuah kabupaten, untuk mengatasi setiap tantangan yang ada di depan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kesiapan penanganan kebakaran di lapangan, Polres Cianjur juga menginisiasi pembuatan peralatan pemadam sederhana berupa gepyok yang dimodifikasi menggunakan bahan rotan.

Peralatan tersebut akan diproduksi secara bertahap dengan jumlah yang terus ditambah. Nantinya, gepyok tersebut akan didistribusikan kepada unsur terkait, termasuk relawan dan masyarakat yang berada di wilayah rawan kebakaran.

“Pengadaan peralatan akan dilaksanakan secara bertahap. Kami menginisiasi peralatan berupa gepyok yang dibuat dan dimodifikasi dari rotan. Jumlahnya akan terus bertambah dan insyaallah akan kami bagikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *