CIANJUREKSPRES.ID– Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah resmi mengumumkan bahwa 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada Kamis Wage, 16 Juli 2026.
Keputusan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor: 154/PB.08/A.II.11.13/13/07/2026 tentang awal bulan Safar 1448 H yang diterbitkan Lembaga Falakiyah PBNU.
Dalam pengumuman itu dijelaskan bahwa pelaksanaan rukyatul hilal dilakukan pada Rabu Pon, 29 Muharram 1448 H atau 15 Juli 2026 M. Namun, laporan dari lokasi penyelenggaraan rukyat yang diterima menyebutkan tidak ada saksi yang berhasil melihat hilal.
Berdasarkan hasil tersebut, PBNU menetapkan bahwa awal bulan Safar 1448 H dimulai setelah istikmal atau penyempurnaan bulan Muharram menjadi 30 hari, sehingga 1 Safar 1448 H bertepatan dengan Kamis, 16 Juli 2026.
Lembaga Falakiyah PBNU juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan rukyatul hilal di berbagai daerah.
Selain itu, jajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia diharapkan turut menyebarluaskan informasi mengenai penetapan awal bulan Safar kepada warga Nahdlatul Ulama serta masyarakat luas.
Dalam pengumumannya, PBNU juga mengajak umat Islam untuk memperbanyak doa menyambut datangnya bulan Safar agar senantiasa diberikan kebaikan, perlindungan dari keburukan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Penetapan awal bulan Hijriah melalui rukyatul hilal merupakan salah satu metode yang digunakan Nahdlatul Ulama dalam menentukan awal bulan dalam kalender Islam sesuai dengan ketentuan syariat.












