CIANJUREKSPRES.ID- Sejak pagi hari sekitar pukul 06.00 WAS, Khalilurrahman sudah berada di Sektor 2 untuk memantau langsung proses keberangkatan jemaah BTH 14 dari hotel menuju Bir Ali. Setelah memastikan seluruh jemaah berangkat dengan aman dan tertib, ia kemudian melanjutkan pemantauan ke area miqat.
Saat berada di Bir Ali, Khalilurrahman menyempatkan diri menaiki beberapa bus guna menyapa para jemaah secara langsung. Dalam kesempatan itu, ia memberikan doa, motivasi, serta mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna.
Ia berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran dalam menjalankan ibadah, memperoleh haji yang mabrur, serta dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat bersama keluarga.
Selain itu, Khalilurrahman memastikan para jemaah yang masih dirawat di rumah sakit maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) tetap mendapatkan penanganan maksimal dari tim medis. Ia menegaskan keluarga di Indonesia tidak perlu cemas karena jemaah yang sakit akan diberangkatkan menuju Makkah setelah dinyatakan layak bepergian oleh dokter.
Meski jumlah jemaah yang diberangkatkan pada hari terakhir tidak sebanyak sebelumnya, pelayanan dari para petugas tetap dilakukan secara optimal. Kepala PPIH Sektor Bir Ali, Divia Ardianto, menyampaikan seluruh personel tetap bersiaga penuh hingga proses keberangkatan terakhir selesai.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Petugas terus mendampingi para lansia, termasuk menyediakan fasilitas golf car bagi jemaah yang mengalami kesulitan berjalan menuju bus.
Menurut Divia, pelayanan tersebut dilakukan agar jemaah lansia tetap nyaman menjalani proses miqat tanpa harus mengalami kelelahan akibat berjalan jauh.
Di sisi lain, kondisi cuaca panas menjadi perhatian serius petugas haji. Dalam beberapa hari terakhir, suhu di Madinah mencapai 42 derajat Celsius dan diperkirakan lebih tinggi saat jemaah berada di Makkah pada fase puncak haji.
Karena itu, jemaah diimbau menjaga asupan cairan tubuh dengan rutin minum air putih tanpa harus menunggu haus. Penggunaan payung, masker, hingga semprotan air juga dianjurkan untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil di tengah cuaca ekstrem.
Jemaah juga diminta mengatur waktu istirahat serta membatasi aktivitas yang tidak terlalu penting agar stamina tetap terjaga menjelang rangkaian ibadah puncak di Armuzna yang membutuhkan kondisi fisik prima.
Sementara itu, berakhirnya operasional gelombang pertama di Madinah bukan berarti tugas pelayanan selesai. Sebagian petugas PPIH Daker Madinah kini mulai bergerak menuju Makkah guna memperkuat pelayanan selama fase puncak ibadah haji.
Fokus pelayanan selanjutnya akan diarahkan pada pendampingan jemaah di Armuzna, mulai dari keberangkatan menuju Arafah, proses mabit di Muzdalifah, hingga pelayanan di Mina.
Setelah fase Armuzna selesai, PPIH Daker Madinah akan kembali bersiap menyambut kedatangan jemaah gelombang kedua yang dijadwalkan berangkat dari Makkah menuju Madinah untuk melanjutkan ibadah dan ziarah di Kota Nabi.***












