CIANJUREKSPRES.ID- Setiap tanggal 12 Juli, masyarakat Kabupaten Cianjur memperingati hari jadi daerah yang telah berdiri sejak tahun 1677. Peringatan tersebut bukan sekadar mengenang usia Kabupaten Cianjur, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur, kecintaan terhadap tanah kelahiran, serta penghormatan kepada para pendiri dan pejuang daerah.
Salah satu karya yang kerap mengiringi peringatan Hari Jadi Cianjur adalah syair berjudul “12 Juli”. Lirik tersebut menggambarkan perjalanan sejarah Cianjur, semangat pembangunan, serta harapan agar daerah ini terus berkembang menjadi kabupaten yang maju dan sejahtera.
Pada bait pertama, syair tersebut menegaskan bahwa tanggal 12 Juli menjadi penanda lahirnya pusat pemerintahan Cianjur yang hingga kini dikenal sebagai daerah yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan religius yang kuat.
Sementara pada bait berikutnya, masyarakat diajak untuk mengenang jasa para pendiri dan pejuang yang telah membangun Cianjur sejak masa awal berdirinya. Ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa juga menjadi pesan utama yang terkandung dalam lirik tersebut.
Selain mengangkat nilai sejarah, syair “12 Juli” juga menggambarkan keindahan alam Cianjur yang dihiasi panorama Gunung Gede serta hamparan wilayah pertanian yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Keindahan alam tersebut dipadukan dengan kekayaan seni dan budaya yang hingga kini tetap dilestarikan oleh masyarakat Cianjur.
Tidak hanya itu, lirik tersebut turut menampilkan karakter masyarakat Cianjur yang dikenal dengan budaya someah, ramah, santun, serta menjunjung tinggi budi pekerti. Nilai-nilai tersebut menjadi identitas yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui syair “12 Juli”, masyarakat diajak untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya daerah, dan melanjutkan semangat pembangunan demi mewujudkan cita-cita Cianjur Sugih Mukti, yaitu masyarakat yang hidup makmur, sejahtera, dan berkeadilan.
Memasuki peringatan Hari Jadi Cianjur ke-349 pada tahun 2026, semangat yang terkandung dalam lirik tersebut tetap relevan sebagai pengingat bahwa kemajuan daerah tidak terlepas dari sejarah panjang perjuangan para pendahulu serta peran seluruh masyarakat dalam membangun Cianjur yang lebih baik.
lIRIK LAGU
12 JULI
DUA BELAS JULI JADI HIJI CIRI
NGADEG DAYEUH PUSEUR PAMARENTAHAN
CIANJUR ANU KAMASHUR
PANGJUGJUGAN PANIISANDUA BELAS JULI TANGGAL NU ABADI
DIPIELING DINA TEPUNG TAUNA
KAREUEUS SUJUD SYUKURNA
KU YASANA PAJOANGANALAM ENDAH DIPAPAÉS GUNUNG GEDE
UDAGAN HAREPAN CIANJUR NU SUGIH MUKTI
SENI BUDAYANA LUHUNG AJÉNA
SOMEAH KASEMAH LUYU BUDI BASANA.












