CIANJUREKSPRES.ID- Tanjung Verde menjadi salah satu kisah paling menarik di Piala Dunia 2026 setelah sukses melaju ke babak 32 besar pada penampilan perdana mereka di ajang sepak bola terbesar dunia. Tim berjuluk The Blue Sharks itu berhasil finis sebagai runner-up Grup H di bawah Spanyol, sekaligus menyingkirkan Uruguay dan Arab Saudi.
Legenda FIFA asal Bulgaria, Hristo Stoichkov, mengaku terkesan dengan pencapaian Tanjung Verde yang dinilainya sebagai sebuah cerita dongeng di turnamen tahun ini.
Menurut Stoichkov, keberhasilan tersebut tidak lepas dari organisasi permainan yang solid, kedisiplinan tinggi, serta semangat luar biasa yang ditunjukkan para pemain dan tim pelatih sepanjang turnamen.
“Mereka tampil fenomenal. Ini seperti sebuah dongeng. Saya melihat para pemain dan pelatihnya sangat menikmati momen ini, dan itu sangat penting dalam sebuah turnamen besar,” ujarnya.
Stoichkov juga menegaskan bahwa keberhasilan Tanjung Verde maupun Republik Demokratik Kongo bukanlah sebuah kebetulan. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan kerja keras yang dilakukan selama bertahun-tahun.
Senada dengan Stoichkov, mantan penyerang Uruguay Diego Forlan menilai Tanjung Verde mampu tampil lepas karena tidak dibebani ekspektasi tinggi. Kondisi itu membuat mereka bermain lebih berani dan menikmati setiap pertandingan.
Forlan menyebut sebagian besar pemain Tanjung Verde memiliki pengalaman bermain di berbagai kompetisi Portugal sehingga memiliki kualitas dan mental bertanding yang baik. Ia juga memberikan pujian khusus kepada penjaga gawang Vozinha yang tampil impresif sepanjang fase grup.
“Tanjung Verde tidak memiliki beban apa pun. Mereka menikmati setiap pertandingan dan itu menjadi kekuatan tersendiri. Mereka punya tim yang solid dan bisa memberikan perlawanan kepada siapa saja,” kata Forlan.
Tantangan besar kini menanti Tanjung Verde di babak 32 besar. Mereka akan menghadapi juara bertahan Argentina yang diperkuat Lionel Messi dan berstatus sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Meski mengakui Argentina lebih diunggulkan, Forlan percaya Tanjung Verde tetap memiliki peluang untuk memberikan kejutan apabila mampu mempertahankan semangat juang dan disiplin permainan yang selama ini menjadi kekuatan utama mereka.
Apa pun hasil pertandingan nanti, perjalanan Tanjung Verde dan Republik Demokratik Kongo di Piala Dunia 2026 telah menjadi simbol keberhasilan format baru turnamen yang lebih inklusif. Kedua negara berhasil membuktikan bahwa kerja keras dan kesempatan yang sama dapat melahirkan kisah inspiratif di panggung sepak bola dunia.












